Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan naik hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Senin (11/5/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Naik Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (8 Mei): Dow +0,02%, S&P 500 +0,84%, dan Nasdaq +1,71%. S&P 500 mencapai rekor tertinggi lainnya, memperpanjang rentetan kemenangan mingguan terpanjangnya sejak 2024 karena data pekerjaan April yang lebih kuat dari perkiraan dan perkembangan AS-Iran. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 0,73% menjadi 4,354%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,17% menjadi 97,90.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (8 Mei): minyak mentah WTI naik 0,64% menjadi USD 95,42/bbl, minyak mentah Brent naik 1,23% menjadi USD 101,29/bbl, batu bara turun 0,55% menjadi USD 134,45/ton, CPO turun 0,79% menjadi MYR 4.505/ton, dan emas naik 0,63% menjadi USD 4.715/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Jumat (8 Mei): Hang Seng turun 0,87%, Nikkei turun 0,19%, dan Shanghai turun 0,00%.
JCI turun 2,86% menjadi 6.969,40, dengan pembelian bersih asing sebesar Rp 11.421,2 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 484,5 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 11.905,7 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BMRI (Rp 436,3 miliar), BUMI (Rp 82,8 miliar), dan TINS (Rp 76,4 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di BBRI (Rp 176,7 miliar), MDKA (Rp 134,4 miliar), dan TLKM (Rp 104,7 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan utama adalah MORA, TLKM, dan MAPI, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan tertinggal adalah BREN, DSSA, dan AMMN.
Pagi ini, baik KOSPI (+4,16%) dan NIKKEI (+0,98%) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan naik di tengah sentimen positif di pasar regional dan global,” demikian isi kesimpulan hasil riset.
