Jakarta, TopBusiness – PT HUTAMA KARYA (Persero) atau HK tidak hanya dikenal sebagai perusahaan konstruksi milik negara yang andal dalam membangun berbagai infrastruktur nasional, tetapi juga aktif menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di wilayah operasional perusahaan.
HK memiliki sejumlah lini bisnis strategis, antara lain jalan tol, properti, jasa konstruksi, dan manufaktur. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan mengusung misi menyediakan layanan konstruksi yang andal guna memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Selain itu, HK juga mendapat mandat pemerintah dalam pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Perusahaan juga terus melakukan investasi selektif berbasis infrastruktur guna mendukung ekosistem bisnis konstruksi, sekaligus meningkatkan kapabilitas korporasi secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas keuangan, transformasi sumber daya manusia, digitalisasi, budaya risiko dan keselamatan kerja, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, HK juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program TJSL yang dijalankan mengacu pada konsep Corporate Social Responsibility (CSR) ISO 26000 dan Creating Shared Value (CSV). Bahkan, mulai 2026 HK akan menerapkan prinsip ESG di seluruh lini bisnis perusahaan.
Atas komitmen tersebut, HK berhasil mencatat sejumlah capaian positif. Dalam asesmen Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), HK memperoleh indeks 61,08. Selain itu, Program Sosial HK Urban Habitsphere mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 9,32. Program ini mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mitigasi perubahan iklim.
Sementara itu, program Sentra Kriya Ogan Ilir mencatat nilai SROI sebesar 2,40, dengan dampak signifikan di bidang ekonomi dan sosial, terutama peningkatan pendapatan para perajin serta pengembangan produk lokal berbasis budaya tradisional daerah. Adapun ESG Rating HK tercatat sebesar 39,82.
Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) HK, Dianita Saraswati, menegaskan bahwa perusahaan memiliki sejumlah program unggulan di wilayah operasional, termasuk pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“HK memiliki berbagai program unggulan di lingkar operasional perusahaan. Kami juga memiliki tanggung jawab untuk membantu meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM,” ujar Dianita Saraswati.
Beberapa program unggulan TJSL HK di antaranya HK Mengajar, Sentra Kriya Ogan Ilir, dan Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) Rest Area.
Program HK Mengajar merupakan program relawan internal perusahaan yang melibatkan jajaran direksi dan manajemen dalam kegiatan edukasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkenalkan dunia konstruksi kepada masyarakat. Program ini bertujuan membangun pola pikir generasi muda mengenai sektor konstruksi sekaligus mendukung penguatan sumber daya manusia Indonesia.
Program tersebut dilaksanakan di sekitar Jalan Tol Trans Sumatera dengan sasaran pelajar SMA, SMK, hingga perguruan tinggi. Melalui tema “Inspiring Leaders”, HK mengenalkan dunia konstruksi dan keselamatan pengguna jalan tol kepada generasi muda.
Program HK Mengajar juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam menjamin akses pendidikan teknik, kejuruan, dan pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau.
Selain bidang pendidikan, HK juga mendukung pengembangan budaya lokal melalui Program Sentra Kriya Ogan Ilir di Sumatera Selatan. Program ini mendorong pengembangan kain Gebeng serta kerajinan perak dan tembaga sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Di bidang lingkungan, HK menghadirkan Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) Rest Area. Program ini lahir dari meningkatnya volume sampah di rest area jalan tol yang berpotensi mencemari lingkungan, terutama sampah organik.
Melalui kolaborasi Unit TJSL dan Divisi Operasi Pemeliharaan Jalan Tol (OPT), HK berhasil menghadirkan pengelolaan sampah organik pertama di rest area jalan tol Indonesia menggunakan metode Black Soldier Fly (BSF) Maggot.
“Metode yang digunakan untuk mengelola sampah ini adalah BSF Maggot, yaitu larva yang berasal dari telur lalat Black Soldier Fly,” jelas Dianita Saraswati kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, Senin (11/5/2026).
Program ini diharapkan mampu mendukung konsep green construction, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menciptakan potensi ekonomi baru dari hasil pengolahan sampah.
Atas kinerja dan komitmennya di bidang TJSL dan bisnis, HK berhasil meraih berbagai penghargaan sepanjang 2025. Di bidang CSR, HK memperoleh Anugerah Avirama Nawasena ESG Award, TOP CSR of The Year 2025 Special Achievement for Social Initiative “Mudik Lebaran”, TOP CSR Awards 2025 Star 5, serta Top Business TJSL & CSR Awards 2025 dengan kategori Pilar Sosial Star 4, Lingkungan Star 5, dan Ekonomi Star 5.
Sementara di bidang bisnis dan operasional, HK meraih Rekor MURI untuk pengerjaan proyek jalan bebas hambatan dengan tingkat efisiensi waktu tertinggi, Sertifikasi Greenship Existing Building Platinum, Founder’s Honoree The 2025 Going Digital Awards, Juara 1 BIM ISO 19650 Digital Delivery Leadership Award di Malaysia, hingga Outstanding Research Award pada ajang Global Innovation and Technology Summit AAROHAN 3.0.
