Jakarta, TopBusiness – PT BPR Delta Artha Perseroda terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Komitmen tersebut dipaparkan dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness, Selasa (12/5/2026), dengan narasumber Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT BPR Delta Artha Perseroda, Dedy Setiawan.
Dalam pemaparannya, Dedy menjelaskan bahwa perusahaan tidak lagi memandang CSR sekadar kegiatan sosial tahunan, melainkan bagian penting dari strategi bisnis berkelanjutan.
“Program CSR dan ESG kami diarahkan untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat bisnis perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Dedy.
Salah satu program unggulan yang menjadi andalan PT BPR Delta Artha adalah Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA). Program pembiayaan berbunga rendah itu ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses modal yang lebih mudah dan terjangkau. Hingga April 2026, penyaluran KURDA tercatat mencapai Rp111,88 miliar kepada 3.129 debitur UMKM dengan subsidi bunga sebesar Rp14,41 miliar.
Menurut Dedy, program tersebut tidak hanya fokus pada penyaluran kredit, tetapi juga menyasar peningkatan kapasitas usaha masyarakat.
“KURDA tidak hanya menyediakan akses permodalan, tetapi juga didukung pendampingan usaha, literasi keuangan, serta perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Sebagai bentuk penguatan perlindungan sosial, PT BPR Delta Artha memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan kepada 709 penerima KURDA. Selain itu, para debitur juga mendapat pelatihan literasi keuangan dan pendampingan usaha agar bisnis mereka dapat berkembang lebih sehat dan berkelanjutan.
Tak hanya bergerak di sektor ekonomi, perusahaan juga aktif menjalankan program sosial berbasis lingkungan. Salah satunya melalui pembangunan jamban sehat untuk mendukung program Open Defecation Free (ODF) di Kabupaten Sidoarjo. Program tersebut telah memberikan manfaat kepada 106 penerima manfaat melalui penyediaan fasilitas sanitasi yang lebih aman dan sehat.
Di sektor pemberdayaan UMKM, PT BPR Delta Artha menjalankan Program Bedah Warung atau renovasi warung rakyat milik pelaku usaha mikro. Hingga kini, sebanyak 800 warung telah menerima bantuan renovasi senilai Rp5 juta per warung.
“Program ini bertujuan membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pelaku UMKM,” demikian disampaikan dalam materi presentasi perusahaan.
Perusahaan juga memberi perhatian pada peningkatan literasi keuangan sejak usia dini melalui kegiatan edukasi menabung bagi anak-anak. Program tersebut dikemas lewat kegiatan Dear Outing Class dan lomba 3M bertema menabung.
Melalui program itu, PT BPR Delta Artha ingin membangun budaya menabung sekaligus membentuk karakter disiplin dan pengelolaan keuangan yang baik sejak dini.
Inovasi lain yang turut diperkenalkan adalah Tabungan Tammara-Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Program hasil sinergi dengan UPTD PALD Dinas P2CKTR Kabupaten Sidoarjo itu memungkinkan masyarakat menabung mulai Rp10 ribu untuk kebutuhan layanan penyedotan lumpur tinja secara berkala.
Selain masyarakat umum, perusahaan juga melakukan pendampingan kepada pemerintah desa melalui program bimbingan teknis dan sosialisasi pengelolaan keuangan desa. Sebanyak 318 desa di Kabupaten Sidoarjo telah mengikuti program tersebut guna memperkuat tata kelola keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel.
Dedy menegaskan, integrasi CSR dan ESG menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan tantangan ekonomi ke depan.
“CSR menjadi bagian dari strategi keberlanjutan, bukan sekadar kegiatan sosial, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi perusahaan maupun masyarakat,” ujarnya.
