TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KWT Kebun Kehati Ubah Lahan Tidur Menjadi Produktif

Ahmad Churi
13 May 2026 | 14:14
rubrik: Event
KWT Kebun Kehati Ubah Lahan Tidur Menjadi Produktif

            Kelompok Wanita Tani Kebun Kehati-Kabupaten Purwakarta-Jawa Barat tahun ini mengikuti wawancara penjurian “TOP CSR Awards 2026” dengan mengangkat tema presentasi ”Pemberdayaan Untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Dan Pengembangan Desa”.

Jakarta, TopBusiness – Kelompok Wanita Tani (KWT) Kebun Kehati merupakan kelompok tani wanita yang berfokus pada pemanfaatan lahan tidur/kosong menjadi area produktif. Mereka dikenal melakukan budidaya tanaman sayuran, buah termasuk anggur, budidaya peternakan dan lainnya. Lokasi dan kegiatan berfokus di lingkungan perumahan mereka di Kawasan Desa Bukit Indah, Purwakarta yang juga melibatkan warga setempat terutama kaum Perempuan (emak-emak). Melalui semangat mempertahankan kearifan lokal “gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan”, kelompok ini terus mendorong lahirnya kelompok wanita desa yang lebih produktif dan memiliki semangat mandiri.

“Salah satu semangat kami yakni memperahankan budaya dan kearifan lokal,  terutama mempertahankan semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan agar tetap asri dan terjaga hijau. Nah, kami lakukan dengan memanfaatkan lahan tidak produktif yang diolah agar lebih bernilai melalui kegiatan bertani dan berkebun ini,” ungkap Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kebun Kehati Griya Asri, Purwakarta, Mimin Tarminah saat wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada Senin, (11/05/2026) yang dihelat Majalah Top Business Jakarta. 

Turut hadir dalam penjurian ini, anggota dan pengurus KWT Kebun Kehati, di antaranya Pembina Ibu Yus, Bendahara -Yetty Siumiati, Pendamping -Rita Susanti, Titin Nuraeni, serta Mimin Rukmini. Sedangan Tim Juri penilai terdiri Dr. Melani K Harriman (Ceo Melani K Harriman & Associate), Syaifuddin (LKN Asta Cita), Puteri Maharini Rahsilaputeri (Sinergi Daya Prima), Nurdizal M Rachman (Corebest Indonesia), dan Ahmad Chury (Managing Editor ItWorks) /MSI Group) sekaligus sebagai moderator.

BACA JUGA:   BSS Optimalkan Pengelolaan CSR, Fokus pada Dampak Nyata bagi Masyarakat

Keikutsertaan tersebut menjadi momentum penting bagi para ibu-ibu anggota kelompok tani ini, untuk menunjukkan kiprah mereka dalam upaya membangun kemandiri ibu-ibu di desa berbasis pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Dalam sesi penjurian, para anggota KWT memaparkan berbagai program yang telah dijalankan sepanjang beberapa tahun terakhir. Mulai dari pengelolaan kebun  dari lahan kosong milik PT KAI untuk budidaya tanaman  sayuran, tanaman buah anggur, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga edukasi lingkungan bagi warga sekitar. Selain itu juga ada budidaya ikan lele dan peternakan ayam dengan dinamikanya, termasuk saat alami kegagalan yang membuat mereka makin tertantang.

“Melalui program-program tersebut, selain untuk menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa juga untuk membangun semangat  kebersamaan dan juga edukasi, utamanya bagi para kaum ibu,” ungkap Ibu Yus, selaku Pembina kelompok ini.

Ditambahkan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjalankan program lingkungan di desa. Menurutnya, keterlibatan ibu-ibu rumah tangga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan lahan secara produktif. “Melalui kegiatan ini, ibu-ibu tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan untuk masa depan desa, serta arti kemandirian” ujarnya saat wawancara penjurian.

Dalam presentasi yang disampaikan di hadapan dewan juri, KWT Kebun Kehati juga menampilkan dampak nyata program terhadap masyarakat. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, program tersebut dinilai berhasil membuka peluang usaha berbasis hasil pertanian dan produk olahan lokal. Sejumlah anggota kelompok kini mampu menambah pendapatan keluarga melalui penjualan hasil kebun ini. “Memang masih kecil, tetapi spiritnya ini luar biasa dan kami memang masih butuh banyak support modal untuk pengembangan,” ujarnya yang menyebut semangat ini juga mendapat support dari dana CSR PT Hino.

BACA JUGA:   Incar Hattrick Bintang 5 untuk Raih Golden Trophy, Bank Kalbar Kandidat TOP BUMD Awards 2025

Suasana wawancara berlangsung penuh antusias. Para ibu-ibu anggota kelompok tampil percaya diri menjelaskan proses pendampingan, tantangan di lapangan, hingga strategi menjaga keberlanjutan program. Mereka juga menegaskan bahwa pengembangan desa tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun kesadaran kolektif terhadap upaya menjaga ekosistem dan pentingnya menjaga kelestarian  lingkungan.

Partisipasi KWT Kebun Kehati dalam TOP CSR Awards 2026 menjadi bukti bahwa gerakan perempuan desa memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, kelompok ini terus mendorong lahirnya desa yang lebih hijau, mandiri, dan produktif di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Previous Post

Manfaatkan Peluang Besar Wealth Management, Akuisisi HSBC Jadi Salah Satu Strategi OCBC

Next Post

Program dari Living Lab Ventures Ini Jadi Solusi Masuk Pasar Indonesia, Perusahaan dari 6 Negara Asia-Pasifik Ngantre

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR