TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Adaro Indonesia Paparkan Strategi CSR Berkelanjutan di TOP CSR Awards 2026

Agus Haryanto
18 May 2026 | 14:49
rubrik: Event
Adaro Indonesia Paparkan Strategi CSR Berkelanjutan di TOP CSR Awards 2026

Jakarta, TopBusiness – PT Adaro Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan melalui penguatan tata kelola program yang terstruktur, partisipatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut dipaparkan perusahaan dalam ajang TOP CSR Awards 2026 melalui presentasi bertajuk KAMPUNG “ASRI” PROGRAM: BUILDING RESILIENT COMMUNITIES FOR A SUSTAINABLE FUTURE.

CSR Head Department PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan, mengatakan bahwa program CSR perusahaan tidak sekadar berfokus pada kegiatan sosial jangka pendek, melainkan diarahkan untuk menciptakan dampak pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Program CSR kami dirancang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan kebutuhan daerah dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, seluruh tahapan pelaksanaannya dilakukan secara sistematis mulai dari perencanaan hingga evaluasi,” ujar Iwan kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, yang berlangsung secara daring, di Jakarta, Senin (18/05/2026).

Tampak hadir Heriyanto Andilolo selaku CSR Section Head, Yuri Budhi Sujatmi (CSR Section Head) dan Andri Hamdani (CSR Admin Supervisor).

Menurutnya, perusahaan menjalankan program CSR melalui pendekatan yang komprehensif mulai dari penyusunan kebijakan internal, pelaksanaan social mapping, penyusunan rencana strategis lima tahunan, hingga penyusunan rencana kerja tahunan bersama para pemangku kepentingan.

Iwan menjelaskan bahwa seluruh program pengembangan masyarakat Adaro Indonesia dijalankan melalui pilar “Adaro Nyalakan Perubahan” yang menjadi arah strategis perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan.

Melalui pilar tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan perubahan nyata melalui berbagai program yang terukur, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa program CSR benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu program yang dijalankan tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:   Program CSR Unggulan Tjiwi Kimia Libatkan Masyarakat dalam Rantai Pasok Industri

Ia menambahkan, fokus pelaksanaan program CSR perusahaan mencakup berbagai bidang mulai dari pengembangan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, lingkungan, hingga penguatan kapasitas masyarakat berbasis potensi lokal.

Selain itu, perusahaan juga menempatkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program.

Struktur Organisasi CSR Diperkuat

Untuk memastikan efektivitas implementasi program, Adaro Indonesia membentuk struktur organisasi khusus yang menangani pelaksanaan CSR perusahaan secara lebih terarah.

Tim CSR perusahaan memiliki tanggung jawab dalam penyusunan program, koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaksanaan kegiatan sosial, monitoring dan evaluasi program, hingga pengelolaan hubungan dengan berbagai stakeholder.

“Kami memperkuat struktur organisasi CSR agar pelaksanaan program lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menghasilkan dampak sosial yang terukur,” ujar Iwan.

Selain menjalankan program, tim CSR perusahaan juga melakukan pendampingan kepada masyarakat penerima manfaat agar program yang dijalankan dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Salah satu langkah utama yang dilakukan perusahaan dalam pengelolaan CSR adalah pelaksanaan social mapping secara berkala oleh pihak eksternal independen.

Dikatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses identifikasi kondisi sosial masyarakat berlangsung objektif dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Social mapping menjadi dasar penting bagi perusahaan dalam menyusun program. Dari situ kami bisa memahami kebutuhan masyarakat, potensi wilayah, hingga tantangan sosial yang ada,” katanya.

Kegiatan social mapping mencakup identifikasi kondisi sosial masyarakat, pemetaan potensi wilayah, analisis kebutuhan masyarakat, identifikasi kelompok rentan, hingga analisis potensi konflik sosial.

Selain itu, pemetaan juga dilakukan terhadap peluang pengembangan ekonomi masyarakat, kondisi pendidikan, kesehatan, serta sosial budaya masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Salah satu dokumen yang dipaparkan perusahaan dalam presentasi TOP CSR Awards 2026 adalah laporan Social Mapping Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan periode 2023–2026.

BACA JUGA:   Tata Kelola nan Apik RSUD M. Natsir Andil Menyehatkan Masyarakat Solok

Pelaksanaan social mapping tersebut melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, kelompok perempuan, hingga stakeholder terkait lainnya.

“Pendekatan partisipatif menjadi kunci agar program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tambahnya.

Renstra Lima Tahunan

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola CSR, Adaro Indonesia juga menyusun Rencana Strategis (Renstra) CSR lima tahunan.

Penyusunan Renstra dilakukan berdasarkan hasil social mapping, kebijakan perusahaan, kebutuhan masyarakat, arah pembangunan daerah, serta masukan dari berbagai stakeholder.

Perusahaan juga melaksanakan konsultasi publik dan diskusi lintas sektor agar program yang dirancang memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan program pemerintah daerah.

Dokumen utama yang digunakan dalam penyusunan Renstra adalah Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM).

Dalam presentasinya, perusahaan menampilkan dokumen RIPPM PT Adaro Indonesia Wilayah Operasional Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Tahun 2023–2026 sebagai pedoman utama pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.

“Renstra lima tahunan memberikan arah strategis agar program CSR memiliki kesinambungan, target yang jelas, dan dampak yang dapat diukur,” jelas Iwan.

Selain Renstra, perusahaan juga menyusun Rencana Kerja (Renja) Tahunan CSR sebagai pedoman implementasi program setiap tahun.

Penyusunan Renja dilakukan bersama tim perumus kabupaten dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok masyarakat, serta tim CSR perusahaan.

Dijelaskan Iwan, penyusunan Renja dilakukan melalui proses konsultasi dan evaluasi program sebelumnya agar kegiatan yang dijalankan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Setiap program yang dijalankan selalu melalui proses evaluasi dan diskusi bersama stakeholder. Dengan begitu program dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal,” ujarnya.

BACA JUGA:   Transformasi Layanan Kesehatan RSUD Sambas Jadi Sorotan di TOP BUMD Awards 2026

Dalam proses tersebut juga disusun dokumen berita acara sebagai bentuk kesepakatan bersama terkait pelaksanaan program CSR perusahaan.

Renja Tahunan berfungsi menentukan prioritas program, alokasi sumber daya, target kegiatan, serta indikator keberhasilan program.

Adaro Indonesia menilai bahwa seluruh tahapan pengelolaan CSR mulai dari kebijakan internal, penguatan organisasi, social mapping, penyusunan Renstra, hingga Renja Tahunan merupakan bagian dari satu sistem pengelolaan CSR yang terintegrasi.

Sistem tersebut dirancang untuk memastikan bahwa program CSR berjalan secara sistematis, partisipatif, dan mampu memberikan dampak pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami berharap program CSR yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kemandirian masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tutup Iwan.

Melalui pendekatan yang terencana dan berbasis kebutuhan masyarakat, PT Adaro Indonesia terus berupaya memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional sekaligus mendukung praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Previous Post

Pertamina Drilling Ajarkan Gen Z Kaplongan Inovasi Cairan Anti Korosif dari Sampah Organik

Next Post

Integrasikan CSR dan ESG, PLN Batam Hadirkan Ketahanan Energi dan Pembangunan Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR