- RSUD Sambas merupakan rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Sambas yang terus bertransformasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan modern;
- Sepanjang 2024–2025, rumah sakit ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam aspek pelayanan, infrastruktur, sumber daya manusia, serta tata kelola keuangan. Fokus pembangunan tidak hanya pada fisik bangunan, tetapi juga pada mutu layanan dan kenyamanan pasien;
- Dengan strategi yang terarah dan dukungan semua pihak, RSUD Sambas berpotensi menjadi pusat layanan kesehatan regional yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Jakarta, TopBusiness – RSUD Sambas, Kalimantan Barat, mengikuti tahapan penting dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 melalui sesi Wawancara Penjurian yang digelar pada Rabu (14/1/2026) di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, manajemen RSUD Sambas memaparkan berbagai capaian dan strategi transformasi layanan kesehatan yang telah dilakukan dalam dua tahun terakhir.
Direktur RSUD Sambas, Susanty, membawakan materi berjudul “Transformasi Pelayanan Kesehatan di RSUD Sambas”. Ia menjelaskan bahwa rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Sambas itu tengah berada dalam fase penting menuju layanan yang lebih modern, profesional, dan berbasis teknologi.
“Transformasi yang kami lakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga menyasar kualitas pelayanan, penguatan SDM, dan tata kelola yang lebih transparan,” kata Susanty dalam paparannya.
Dalam sesi penjurian tersebut, Susanty didampingi oleh Muhardi (Kabag Tata Usaha), Irma Malini (Kasubbag Umum dan Kepegawaian), serta Eko Prastiyo (Kasubag Perencanaan dan Evaluasi).
Sementara itu, Dewan Juri yang hadir antara lain M. Lutfi Handayani (CEO MSI Group), Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem), Sentot Baskoro, dan Benyamin De Haan (Penasehat MSI Group).
Selaras dengan Tema Pembangunan Berkelanjutan
TOP BUMD Awards 2026 mengusung tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”. Tema ini menekankan pentingnya peran BUMD, termasuk rumah sakit daerah, dalam menciptakan layanan publik yang adaptif, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.
Wawancara penjurian menjadi sarana pendalaman atas kinerja BUMD dalam 1–2 tahun terakhir, khususnya pada aspek kinerja bisnis, inovasi perbaikan, kontribusi pembangunan daerah, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Perkuat Layanan Medis dan Akses Masyarakat
Dalam paparannya, Susanty menjelaskan bahwa RSUD Sambas terus memperluas cakupan dan kualitas layanannya. Sejumlah layanan unggulan yang kini menjadi andalan antara lain:
- Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam
- Rawat jalan dan rawat inap
- ICU, NICU, dan PICU
- Layanan persalinan
- Laboratorium dan radiologi
- Layanan hemodialisis (cuci darah)
Salah satu pencapaian besar adalah diresmikannya Unit Dialisis dengan mesin modern dan ruang perawatan khusus. Kehadiran fasilitas ini menjadi solusi nyata bagi pasien gagal ginjal di Sambas yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah.
Tata Kelola Keuangan Lebih Adaptif
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Sambas mengelola keuangannya secara fleksibel dan profesional. Pendapatan berasal dari layanan BPJS dan non-BPJS, dukungan APBD, serta kerja sama dan CSR.
“Sejak tahun 2023, 2024, dan 2025, realisasi pendapatan RSUD Sambas terus meningkat, berturut-turut Rp42.561.673,455,-; Rp59.862.743,111,-; dan Rp70.507.104.303,93,-“ ungkap Susanty.
Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan rumah sakit melakukan ekspansi layanan tanpa membebani satu sumber anggaran. Ke depan, RSUD Sambas menargetkan penguatan layanan unggulan agar mampu menopang reinvestasi pada alat kesehatan, fasilitas, dan kesejahteraan tenaga medis.
SDM Jadi Kunci Transformasi
RSUD Sambas menempatkan sumber daya manusia sebagai pilar utama transformasi. Ratusan tenaga medis dan non-medis terus dibekali dengan pelatihan, workshop keselamatan pasien, dan penguatan etika profesi.
“Kami juga membuka ruang bagi mahasiswa kesehatan untuk praktik dan magang. Ini menjadi bagian dari regenerasi tenaga kesehatan,” ujar Susanty.
Namun, keterbatasan dokter spesialis masih menjadi tantangan. Untuk itu, strategi ke depan difokuskan pada rekrutmen, peningkatan kesejahteraan, serta penguatan budaya kerja profesional.
Infrastruktur dan Digitalisasi
Dalam beberapa tahun terakhir, RSUD Sambas melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, mulai dari penambahan kapasitas tempat tidur, peningkatan fasilitas IGD, hingga pengadaan alat kesehatan modern.
Salah satu langkah penting adalah penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai bagian dari transformasi digital. Digitalisasi ini diharapkan mampu mempercepat layanan, meminimalkan kesalahan administrasi, dan meningkatkan transparansi data pasien.
Menuju Rumah Sakit Rujukan Regional
RSUD Sambas kini menargetkan diri sebagai rumah sakit rujukan regional yang modern, inklusif, dan berbasis teknologi. Fokus kebijakan 2025–2026 meliputi penguatan layanan unggulan, transformasi digital, pengembangan SDM berkelanjutan, serta tata kelola BLUD yang transparan.
“Ke depan, kami ingin RSUD Sambas tidak hanya menjadi pusat pengobatan, tetapi juga pusat edukasi dan inovasi kesehatan bagi masyarakat,” kata Susanty.
Tentang TOP BUMD Awards
TOP BUMD Awards merupakan ajang pembelajaran sekaligus penghargaan bagi BUMD terbaik di Indonesia yang dinilai berprestasi, berkinerja baik, dan berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah.
Ajang ini diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta sejumlah lembaga penilai independen dan akademisi dari berbagai universitas terkemuka.

