Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 3.54%, disertai dengan net sell asing ~508 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ANTM, BBRI, BMRI, TLKM, dan DSSA.
Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas mengatakan, laju IHSG berpotensi short term teknikal rebound jika bertahan di support 6000an.
“Dengan kondisi saat ini, level Support IHSG diproyeksi di rentang 5900-6000 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6120-6170,” ujar dia, dalam risetnya, Jumat (22/5/2026).
Trading Idea hari ini: WIFI, PTRO, BRPT, INCO, BUMI, dan JPFA
- WIFI Spec Buy dengan area beli di 1930-1945, cutloss di bawah 1920. Target dekat di 1980-2000.
- PTRO Buy on Weakness dengan area beli di 3250-3450, cutloss di bawah 3230. Target dekat di 3600-3700.
- BRPT Spec Buy dengan area beli di 1450-1530, cutloss di bawah 1450. Target dekat di 1580-1660.
- INCO Spec Buy dengan area beli di 4610-4670, cutloss di bawah 4600. Target dekat di 4770-4840.
- BUMI Spec Buy dengan area beli di 160-164, cutloss di bawah 157. Target dekat di 167-170.
- JPFA Spec Buy dengan area beli di 2550-2580, cutloss di bawah 2550. Target dekat di 2600-2640.
Global Overnight Review
Wall Street Ditutup Menguat Tipis, Pasar Didorong Harapan Perdamaian Timur Tengah. Bursa saham AS ditutup sedikit naik pada perdagangan Kamis (21/5), seiring meredanya harga minyak dan meningkatnya harapan terhadap kemajuan pembicaraan damai antara AS dan Iran.
Sentimen geopolitik tersebut menjadi fokus utama investor di tengah minimnya kejutan dari musim laporan kinerja emiten.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,55%, S&P 500 menguat 0,17%, dan Nasdaq Composite naik tipis 0,09%.
Selain itu, pelaku pasar merespons perkembangan terbaru pembicaraan AS-Iran yang disebut menunjukkan sejumlah kemajuan awal, meskipun beberapa isu utama belum terselesaikan.
Di antaranya, perbedaan pandangan terkait program pengayaan uranium Iran serta pengawasan Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia.
Di sisi emiten, saham Walmart anjlok 7,3%, setelah perusahaan memproyeksikan laba kuartal kedua di bawah ekspektasi pasar.
Saham Nvidia turun 1,8% karena aksi ambil untung investor, meski perusahaan sebelumnya merilis proyeksi pendapatan yang kuat serta program buyback saham senilai US$80 miliar.
Bursa Asia Bervariatif, Ditopang Kinerja Nvidia dan Penundaan Mogok Samsung. Bursa saham global beragam pada perdagangan Kamis (21/5), didorong meredanya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah serta sentimen positif dari sektor teknologi setelah melaporkan proyeksi pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar.
Kenaikan terbesar terjadi di Korea Selatan, dengan indeks KOSPI melonjak lebih dari 8%. Penguatan pasar terjadi setelah sejumlah kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz, meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang naik 3,14%, meskipun data aktivitas manufaktur menunjukkan perlambatan.
Di sisi lain, ekspor Jepang naik 14,8% YoY pada bulan April. Di Australia, ASX 200 menguat 1,5% namun data ekonomi menunjukkan aktivitas sektor jasa melambat ke level 47,7 pada Mei dari 50,7 sebelumnya. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
