TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Rebound: BBCA, BBRI dan BMRI Pimpin Penguatan Pasar Saham

Agus Haryanto
22 May 2026 | 16:26
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia berhasil rebound dan ditutup menguat pada akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jumat (22/5/2026).

Setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan, IHSG akhirnya ditutup naik 67,10 poin atau 1,10 persen ke level 6.162,04.

Penguatan IHSG ditopang aksi beli investor pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, telekomunikasi, pertambangan, hingga energi. Pelaku pasar memanfaatkan koreksi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir untuk melakukan aksi bargain hunting terhadap saham unggulan yang dinilai sudah berada pada level valuasi menarik.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi pada akhir perdagangan mencapai 43,48 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,77 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,45 juta kali transaksi.

Sejumlah saham yang menjadi penopang utama penguatan IHSG berhasil mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 175 poin atau 2,01 persen ke level Rp8.900 per saham. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 140 poin atau 3,21 persen menjadi Rp4.500 per saham.

Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terapresiasi 225 poin atau 4,09 persen ke posisi Rp5.725 per saham. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga menguat 70 poin atau 2,38 persen menjadi Rp3.010 per saham.

Dari sektor tambang, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 325 poin atau 4,45 persen ke level Rp7.625 per saham. Sementara saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 85 poin atau 4,10 persen menjadi Rp2.160 per saham.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut naik 90 poin atau 4,39 persen ke posisi Rp2.140 per saham. Kemudian saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 130 poin atau 3,76 persen menjadi Rp3.590 per saham.

BACA JUGA:   Perkuat Inovasi, BEI Harap SIW 2025 Jadi Ajang Penguatan Pasar Modal Syariah

Penguatan juga terjadi pada saham energi dan infrastruktur. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 450 poin atau 6,08 persen ke level Rp7.850 per saham. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 300 poin atau 4,55 persen menjadi Rp6.900 per saham.

Dari kelompok konsumer, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 125 poin atau 1,25 persen menjadi Rp10.125 per saham, sedangkan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguat 150 poin atau 2,11 persen ke posisi Rp7.250 per saham.

Analis pasar modal menilai penguatan IHSG kali ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal setelah indeks mengalami tekanan cukup dalam dalam beberapa pekan terakhir. Posisi oversold pada sejumlah saham unggulan membuat investor kembali masuk melakukan akumulasi pembelian.

Selain itu, sentimen global mulai membaik seiring stabilnya pergerakan yield obligasi Amerika Serikat dan meredanya kekhawatiran pasar terhadap agresivitas kebijakan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve.

Analis juga melihat adanya indikasi kembalinya aliran dana asing ke pasar saham Indonesia, terutama pada saham-saham perbankan besar yang menjadi incaran investor institusi global.

Meski demikian, volatilitas pasar dinilai masih cukup tinggi. Investor tetap diminta mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga harga komoditas dunia yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan apabila mampu bertahan di atas level support 6.100. Untuk perdagangan pekan depan, analis memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support 6.050 hingga 6.100 dan resistance di area 6.250 sampai 6.300.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

HK Mengajar “Inspiring Leaders” Hadir di Medan, Perkuat Kesiapan Pelajar Hadapi Dunia Kerja, Digitalisasi Konstruksi dan Keselamatan Berkendara

Next Post

Perkuat Pengawasan Ekspor, Pemerintah Integrasikan AI dengan Sistem NSW

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR