Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Indeks naik 68,04 poin atau 1,11 persen ke level 6.195,42 dari posisi penutupan sebelumnya di 6.127,38.
Penguatan indeks berlangsung seiring meningkatnya aktivitas transaksi di pasar saham. Sepanjang perdagangan, total volume transaksi mencapai 30,84 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp25,02 triliun. Aktivitas perdagangan yang cukup tinggi menunjukkan minat investor yang kembali meningkat terhadap pasar modal domestik.
Kenaikan IHSG didorong oleh menguatnya sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan, energi, dan infrastruktur. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp100 menjadi Rp7.900 per saham, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat Rp60 menjadi Rp3.650 per saham. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turut mencatatkan kenaikan Rp80 ke posisi Rp4.900 per saham, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bertambah Rp90 menjadi Rp4.650 per saham.
Dari sektor energi, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak Rp325 menjadi Rp6.900 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik Rp550 menjadi Rp11.900 per saham, sedangkan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat Rp70 ke level Rp1.650 per saham. Penguatan saham-saham energi tersebut menjadi salah satu penopang utama laju IHSG sepanjang perdagangan.
Saham sektor telekomunikasi dan infrastruktur juga memberikan kontribusi positif. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp40 menjadi Rp2.750 per saham, sementara PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menguat Rp90 ke posisi Rp4.650 per saham. Di sektor otomotif, saham PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp75 menjadi Rp4.450 per saham.
Meski mayoritas saham unggulan bergerak menguat, sejumlah saham defensif masih mengalami tekanan. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp50 menjadi Rp1.850 per saham, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah Rp75 ke posisi Rp10.350 per saham, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terkoreksi Rp20 menjadi Rp1.430 per saham.
Secara teknikal, penguatan sebesar 1,11 persen menunjukkan adanya peningkatan optimisme investor terhadap prospek pasar saham domestik. Nilai transaksi yang mencapai lebih dari Rp25 triliun mengindikasikan bahwa kenaikan indeks didukung oleh aktivitas beli yang cukup kuat, baik dari investor ritel maupun institusi.
Pelaku pasar memanfaatkan momentum akumulasi pada saham-saham perbankan yang sebelumnya mengalami koreksi, sementara sektor energi mendapat dorongan dari ekspektasi membaiknya permintaan komoditas. Selain itu, stabilitas kondisi ekonomi domestik dan harapan terhadap pertumbuhan ekonomi pada semester kedua tahun 2026 turut menjadi faktor yang mendukung sentimen positif di pasar.
Dengan penutupan di level 6.195,42, IHSG berhasil mempertahankan momentum penguatan dan mendekati level psikologis 6.200. Jika sentimen positif tetap terjaga dan aliran dana investor terus masuk ke pasar, indeks berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan berikutnya. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung jangka pendek serta perkembangan sentimen global yang masih berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan.
Data AI
