Jakarta, TopBusiness – PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (kode emiten: GDST) menargetkan angka penjualan hingga akhir tahun ini sebesar Rp 2,7 triliun, dengan target laba setelah pajak sebesar 5% dari penjualan bersih atau sebesar Rp 136 miliar.
Demikian terlihat dari Materi Public Expose Tahunan dalam laman idx.co.id, di Jakarta, Kamis (6/4/2026).
Adapun realisasi penjualan sampai dengan Maret 2026 sebesar Rp 469 miliar dan laba setelah pajak sebesar Rp 13 miliar atau 2,8% dari penjualan, dengan posisi EBITDA laba sebesar Rp 31 miliar. Nilai penjualan tersebut setara 17% dari target penjualan.
Dalam materi juga disebutkan bahwa manajemen akan berupaya mencapai target yang telah ditetapkan di sisa periode 2026.
Selanjutnya, ada kendala-kendala yang dihadapi perseroan:
Peningkatan Penjualan ekspor masih terbatas karena banyak negara yang sebelumnya merupakan pasar ekspor dari Perseroan sejak tahun 90-an masih menerapkan pengenaan Bea Masuk Anti Dumping untuk melindungi industri sejenis mereka seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Meksiko.
Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika. Pada kuartal 1 2026 rupiah melemah 211 poin atau 1,3%.
Margin untuk penjualan ekspor ke pasar Eropa dan Australia masih kurang menarik akibat persaingan dengan negaranegara produsen plat baja lainnya seperti China, Korea dan Jepang.
Dalam konteks itu, ada upaya meningkatkan kinerja perseroan:
Aktif memelihara dan meningkatkan hubungan baik dengan customer loyal terutama pengguna akhir.
Terus mencoba peluang pasar ekspor dan mempertahankan serta meningkatkan pasar ekspor existing ke Singapura dan Malaysia.
Mempertahankan dan mengoptimalkan keunggulan perusahaan yaitu Strategi Fleksibilitas dalam pelayanan secara tailor made terutama fleksibel dalam hal kuantitas order, ukuran dan waktu serah.
Berupaya mencari Supplier bahan baku Slab dengan harga yang kompetitif dan bisa memberi syarat pembayaran yang fleksibel mengingat biaya bahan baku merupakan porsi terbesar dari harga pokok produk. Termasuk diantaranya adalah semaksimal mungkin mengambil supplier dalam negeri.
Fokus dalam melanjutkan proses produksi percobaan Plate Mill 2 sejak November 2025 dan hasilnya ternyata bisa diterima pasar domestic dan ekspor. Ditargetkan untuk dapat berproduksi komersil di tahun 2026 juga dan masuk ke pasar dengan variasi ukuran produk plat yang lebih banyak.
