TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Susu Nasional Terus Didorong

Achmad Adhito
4 June 2026 | 10:00
rubrik: Business Info
Berikut, Beasiswa USD10 Juta dari Sekolah Bisnis Era Baru

Sumber Ilustrasi: Feepik

Jakarta, TopBusiness—Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) terus memerkuat pengembangan industri susu nasional melalui percepatan hilirisasi, peningkatan kualitas bahan baku, pengembangan inovasi produk, serta penguatan kemitraan antara industri pengolahan susu dan peternak.

Langkah ini sejalan dengan peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang menjadi momentum strategis untuk meningkatkan konsumsi susu masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri susu dalam negeri.
 
Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, susu merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat.
 
“Industri susu memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. Rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia justru menjadi peluang besar bagi pengembangan industri susu nasional ke depan,” ujar Menperin di Jakarta (4/6/2026).
 
Berdasarkan data World Population Review tahun 2022, konsumsi susu masyarakat Indonesia tercatat sekitar 17,76 liter per kapita per tahun, masih di bawah Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Di sisi lain, kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu nasional mencapai sekitar 5 juta ton setara susu segar per tahun, dengan 80 persen masih dipenuhi melalui impor.
 
Plt. Direktur Jenderal Industri Kemenperin, Agro Putu Juli Ardika, menegaskan pentingnya penguatan pasokan susu segar dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.
 
“Penguatan rantai pasok susu segar dalam negeri melalui program kemitraan menjadi salah satu kunci utama. Sinergi antara peternak rakyat, koperasi, dan industri pengolahan susu perlu terus diperkuat guna menciptakan ekosistem industri persusuan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
 
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan sektor hulu, Kemenperin telah mendorong peningkatan kualitas susu segar melalui penyediaan teknologi cooling unit serta digitalisasi di Tempat Penerimaan Susu (TPS). Hingga tahun 2024, program digitalisasi tersebut telah diterapkan pada 96 TPS yang berada di bawah naungan sembilan koperasi di Jawa Barat dan Jawa Timur, serta melibatkan lebih dari 12.000 peternak sapi perah.
 
Selain itu, Kemenperin juga mengembangkan aplikasi pemantauan pasokan susu segar dalam negeri yang digunakan untuk memonitor ketersediaan bahan baku industri melalui pemanfaatan bantuan mesin dan peralatan digitalisasi di tingkat koperasi dan TPS. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam rantai pasok industri susu nasional.

BACA JUGA:   Sukses Transformasi Digital, Axa Mandiri Cetak Laba Rp 1,33 Triliun
Tags: industri susu nasional
Previous Post

IHSG Dibuka Melemah di Tengah Tekanan Saham-Saham Berkapitalisasi Besar

Next Post

Berikut Ini Target Penjualan GDST hingga Akhir 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR