Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan menguat hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Jumat (05/6/2026) menjelaskan bahwa IHSG Diperkirakan Menguat Hari Ini.
Pasar saham Amerika Serikat ditutup mayoritas menguat pada Kamis (4 Juni): Dow Jones naik 1,73%, S&P 500 naik 0,41%, sementara Nasdaq turun 0,09%. Dow Jones melonjak hampir 900 poin ke level penutupan tertinggi sepanjang masa seiring investor melakukan rotasi dari saham-saham chip (semikonduktor) ke saham non-teknologi.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 0,48% menjadi 4,473%, sementara Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0,12% ke level 99,41.
Pasar komoditas juga ditutup mayoritas melemah pada Kamis (4 Juni): minyak mentah WTI turun 3,10% menjadi USD 93,04 per barel, Brent turun 2,84% menjadi USD 95,03 per barel, harga batu bara turun 0,64% menjadi USD 147,05 per ton, CPO melemah 1,62% menjadi MYR 4.601 per ton, sementara emas naik 0,90% menjadi USD 4.475 per ons.
Pasar saham Asia ditutup melemah pada Kamis (4 Juni): Hang Seng turun 1,48%, Nikkei turun 1,36%, dan Shanghai Composite melemah 0,64%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,70% ke level 5.839,79, dengan investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,27 triliun, yang terdiri atas jual bersih Rp1,43 triliun di pasar reguler dan beli bersih Rp163,1 miliar di pasar negosiasi.
Aksi jual bersih asing terbesar di pasar reguler terjadi pada saham Bank Central Asia (Rp463,6 miliar), Bank Rakyat Indonesia (Rp451,6 miliar), dan Chandra Asri Pacific (Rp257,5 miliar).
Sementara itu, aksi beli bersih asing terbesar tercatat pada Merdeka Copper Gold (Rp99,9 miliar), Adaro Energy Indonesia (Rp53,2 miliar), dan Dewata Freightinternational (Rp44,8 miliar).
Saham-saham yang menjadi pendorong utama kenaikan indeks (top leading movers) adalah Surya Citra Media Investama, Amman Mineral Internasional, dan Telkom Indonesia, sedangkan saham yang paling menekan indeks (top lagging movers) adalah Bank Rakyat Indonesia, Bank Central Asia, dan Barito Pacific.
Pagi ini, KOSPI (-5,27%) dan Nikkei (-1,46%) dibuka melemah. “Meski demikian, IHSG diperkirakan bergerak menguat hari ini, didukung oleh potensi rebound (pemulihan teknikal) setelah mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir,” demikian isi riset.
