
Jakarta, businessnews.id — Apabila Bank Tabungan Negara (BTN) diakuisisi oleh Bank Mandiri, tidak ada jaminan bahwa bank itu akan tetap fokus kepada pembiayaan perumahan rakyat. Sebab, sebenarnya akuisisi itu lebih direncanakan untuk memerbesar Bank Mandiri.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan hal itu di Jakarta hari ini dalam wawancara dengan BusinessNews Indonesia.
Dia mengatakan, kalau ada pendapat bahwa akuisisi itu untuk mengatasi angka backlog (kekurangan pasokan rumah) di Indonesia yang sekarang di atas 10 juta unit, juga kurang tepat. Sebab, backlog itu bukan tanggung jawab langsung BTN.
“BTN hanya sebagai penyalur kredit untuk pembelian rumah murah. Kalau soal kebijakan perumahan, ya di tangan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Negara Perumahan Rakyat, bukan?” kata Ali.
Besar atau tidaknya kredit yang disalurkan BTN juga tergantung kualitas sistem perumahan nasional. Semakin bagus sistem itu, makin besar pula kredit yang disalurkan BTN.
“Juga, saat ini, belum ada badan khusus perumahan yang sudah diamanatkan undang-undang, ’kan?”
Akan lebih baik bila BTN jangan diutak-katik. “BTN harus tetap diposisikan sebagai bank khusus perumahan,” kata dia pula. (DHI)
EDITOR: DHI