Jakarta, TopBusiness – PT Trimitra Propertindo Tbk (kode emiten: LAND) melalui materi public expose tahunan menyampaikan, tantangan eksternal dan solusi mitigasinya.
Dalam laman idx.co.id, di Jakarta, tergambar beberapa hal yang menjadi tantangan perusahaan.
- Fluktuasi suku bunga acuan. Ini akan memberikan dampak kenaikan bunga KPA sempat memperlambat penjualan unit baru di kuartal tertentu. Kendati begitu, perusahaan mempunyai solusinya yakni kerja sama dengan bank nasional untuk subsidi bunga KPA dan skema cicilan bertahap langsung ke developer.
- Eskalasi biaya kontruksi. Ini akan memberikan dampak berupa gangguan rantai pasok global menaikkan harga material utama seperti, besi, baja dan semen yang berpotensi menekan marjin. Solusinya, perusahaan menerapkan value engineering, mengunci harga lewat forward contract, dan optimalisasi material substitusi lokal.
- Kompetisi ketat di sektor hospitality. Dampaknya adalah persaingan agresif dari jaringan hotel internasional dan platform akomodasi berbagi (sharing economy). Sementara solusinya yakni peningkatan standar pelayanan (service excellence), peluncuran program loyalitas terintegrasi, dan peremajaan fasilitas hotel (refurbishment) berkala untuk menjaga market share dan average room rate (ARR).
Sementara itu, perusahaan mempunyai tinjauan secara industri.
Tinjauan ekonomi makro Indonesia di 2025
- PDB nasional tumbuh stabil di kisaran 5,0 – 5,2% di tengah ketidakpastian geopolitik global
Akselerasi industri perhotelan dan hospitality
- Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel rata-rata mencapai 65% – 70% sepanjang 2025.
- Strategi perusahaan mengintegrasikan fasilitas apartemen dan layanan perhotelan sebagai nilai tambah utama untuk memenangkan persaingan pasar.
Performa sektor real estate (Tangerang Selatan)
- Tangerang Selatan menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah penyangga Jakarta.
- Rampungnya Tol Serpong – Balaraja dan integrasi MRT/LRT mendorong tingginya permintaan hunian vertikal berbasis TOD (transit oriented development).
- Kelanjutan program PPN DTP di awal tahun berhasil mempercepat pnyerapan unit apartement, khususnya untuk first-time homebuyers dan investor muda.
