Jakarta, TopBusiness – BP BUMN dan Danantara bergerak cepat dan sistematis untuk perbaikan tata kelola BUMN. Sebagai langkah awal dan mendasar dalam mewujudkan transformasi tersebut, pendataan serta konsolidasi terpadu terhadap seluruh entitas perusahaan menjadi fondasi utama sebelum mengeksekusi restrukturisasi besar-besaran BUMN guna mengoptimalkan aset negara.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memaparkan bahwa langkah sistematis ini dimulai dengan memastikan data jumlah seluruh perusahaan secara akurat. “Pada saat awal dihitung, angkanya berubah-ubah, mulai dari 888, kemudian 900, 972, 1.000, hingga 1.077. Akhirnya sekarang kami sudah punya angka yang benar. Artinya, jumlah perusahaan BUMN saja kita tidak tahu,” ujar Dony mengutip tayangan Podcast, Kamis (11/6/2026).
Setelah memegang data portofolio yang tervalidasi dengan baik, Dony menjelaskan bahwa agenda selanjutnya adalah melakukan restrukturisasi BUMN secara menyeluruh dan mendalam. Ia menegaskan bahwa perbaikan tata kelola perusahaan pelat merah tidak boleh hanya terfokus pada penyelesaian masalah keuangan semata. Menurutnya, langkah restrukturisasi BUMN tidak sekadar tentang financial restructuring, melainkan harus secara beriringan dengan pelaksanaan business restructuring agar perusahaan benar-benar sehat hingga ke akar operasional dan model bisnisnya.
“Biasanya kita melakukan financial restructuring. Saya bilang saya tidak mau hanya financial restructuring, saya mau business restructuring. Kita ubah, kita pastikan bahwa bisnisnya benar dulu, baru kita kasih inject equity jika mereka memerlukan,” ujar Dony.
Sebagai contoh konkret dari pendekatan komprehensif tersebut, Dony menyoroti proses perbaikan yang dilakukan pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Restrukturisasi pada perusahaan baja nasional itu dipastikan tidak hanya berpusat pada penataan ulang beban utang atau struktur pendanaannya, tetapi juga difokuskan pada perombakan model bisnis perusahaan agar kembali efisien, kompetitif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Langkah sistematis dan menyeluruh ini mampu membangkitkan BUMN yang tadinya merugi menjadi untung. Sebagai contoh Krakatau Steel yang kini untung sekitar Rp 5 triliun.
