TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tembus Rp 13.815 per Dolar AS, Rupiah Makin Terperosok

Nurdian Akhmad
20 April 2018 | 10:36
rubrik: Finance
Dolar AS Menguat Tipis Terhadap Mata Uang Utama

Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia –  Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar AS dalam perdagangan antar bank pada Jumat menjelang siang ini kembali melemah. Data Reuters mencatat dolar AS pada pukul 10:00 WIB diperdagangkan di Rp 13.815/US$. Posisi terlemah rupiah berada di 13.815/US$, dan posisi terkuat berada di 13.785/US$.

Pelemahan rupiah menjelang akhir pekan nampaknya sulit dihindari. Kenaikan imbal hasil US Treasury kemarin sebagai akibat naiknya risk appetite investor cukup menekan posisi rupiah. Ini disebabkan perbedaan imbal hasil antara obligasi pemerintah AS dan Indonesia yang semakin menipis sehingga berpotensi mendorong terjadinya capital outflow.

Di saat yang bersamaan, BI juga memutuskan untuk tetap menahan tingkat suku bunga acuannya BI-7 Days Reverse Repo di kisaran 4,25%. Dengan tidak ada kenaikan tingkat suku bunga acuan, sudah jelas ini menjadi pertimbangan investor untuk memindahkan dananya ke instrumen yang lebih menguntungkan diluar Indonesia.

Mengutip Bloomberg, Jumat, 20 April 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi tadi dibuka melemah ke Rp 13.795 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.794 hingga Rp13.802 per USD dengan year to date return di minus 1,70 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.593 per USD.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 83,18 poin atau 0,34 persen, menjadi ditutup di 24.664,89 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 15,51 poin atau 0,57 persen, menjadi berakhir di 2.693,13 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menurun 57,18 poin atau 0,78 persen, menjadi 7.238,06 poin.

Setelah lonceng penutupan Rabu 18 April, American Express melaporkan laba bersih kuartal pertama sebesar USD1,6 miliar atau naik 31 persen dari USD1,3 miliar setahun lalu, dan laba per saham dilusian mencapai USD1,86, naik 38 persen dari USD1,35 per saham setahun lalu.

BACA JUGA:   FIFGROUP Gelar FIFriendibility Inspiration Talk, Wujud Komitmen Dorong Kesetaraan dan Inklusivitas di Tempat Kerja

Setelah rilis laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, saham perusahaan kartu kredit AS tersebut melonjak 7,59 persen menjadi USD102,37 per saham pada akhir perdagangan Kamis. Sementara itu, saham Philip Morris jatuh 15,58 persen menjadi USD85,64 per saham, setelah raksasa tembakau itu membukukan pendapatan kuartalan yang meleset dari ekspektasi pasar.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2338 dari USD1,2378 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,4078 dari USD1,4204 di sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh menjadi USD0,7723 dari USD0,7784.

Sedangkan USD dibeli 107,40 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,27 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 0,9721 franc Swiss dari 0,9683 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2671 dolar Kanada dari 1,2632 dolar Kanada.

 

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

Kimia Farma Siap Bangun Pabrik Obat di Arab Saudi

Next Post

Intermediasi Perbankan Membaik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR