Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.98%, dan disertai dengan net sell asing ~1.11 Tr. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TPIA, BBNI, TLKM dan BMRI.
Menurut Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana, laju IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas di area support 6080-6065.
“Dengan kondisi ini, level Support IHSG akan berada di rentang 6080-6065 dan level Resist IHSG diproyeksi di kisaran 6138-6160,” ujar dia dalam risetnya, Selasa (23/6/2026).
Trading Idea hari ini: TINS, ADRO, OASA, GPSO, AMRT, BULL
- TINS Spec Buy dengan area di 3700-3670, dengan target dekat di 3800-3860. Cutloss di bawah 3670.
- ADRO Spec Buy dengan area beli di 2280-2270, dengan target dekat di 2340-2360. Cutloss di bawah 2260.
- OASA Spec Buy dengan area beli di 264-262, cutloss di bawah 260. Target dekat di 270-274.
- GPSO Spec Buy dengan area beli di 484-480, cutloss di bawah 476. Target dekat di 494-500.
- AMRT Spec Buy dengan area beli di 1400-1395, cutloss di bawah 1390. Target dekat di 1440-1450.
- BULL Spec Buy dengan area beli di 382-380, cutloss di bawah 378. Target dekat di 392-396.
Global Overnight Review
Wall Street Melemah, Saham Teknologi Kena Aksi Jual Besar-besaran. Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas turun pada perdagangan Senin (22/6).
Pelemahan disebabkan aksi jual besar-besaran pada saham teknologi bigcap, sementara saham SpaceX kembali melemah dan mencatat pelemahan selama tiga hari berturut-turut.
Indeks S&P 500 turun 0,37%, Nasdaq Composite terkoreksi 1,32%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average menguat 0,29%, didorong kenaikan hampir 4% saham Caterpillar.
Sedangkan, saham Alphabet anjlok 5%, saham Amazon turun 4,8%, Meta Platforms melemah 2,3%, dan Microsoft terkoreksi 3%. Selain itu, saham SpaceX mengalami tekanan jual, dengan penurunan 16%.
Di tengah tekanan sektor teknologi, beberapa saham semikonduktor mencatat kinerja positif.
Saham Micron Technology melonjak hampir 7% menjelang laporan keuangan kuartalan yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Saham produsen chip lainnya juga menguat, dengan Advanced Micro Devices (AMD) naik lebih dari 2%, dan Intel melesat 5%.
Di sisi lain, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS akan dirilis pada Kamis (25/6).
Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Menguat. Bursa Asia bervariatif pada perdagangan pekan ini, Senin (22/6). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,55%, dan Topix menguat 1,24%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,69% dan Kosdaq bertambah 0,19%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong turun 0,65% dan ASX 200 Australia melemah 0,14%. Sementara itu, FTSE Straits Times naik 0,22% dan FTSE Malaysia turun 0,65%.
Pergerakkan tersebut setelah laporan media Iran yang menyatakan bahwa Iran menghentikan pembicaraan lantaran Presiden AS Donald Trump mengancam menyerang Iran jika Hizbulla terus berlanjut menyerang Iran.
Di sisi lain, Bank sentral China mempertahankan suku bunga acuan pinjaman (Loan Prime Rate/LPR) pada Jun-26, sesuai dengan ekspektasi.
Suku bunga LPR tenor 1 tahun tetap dipertahankan di level 3,00%, sementara LPR tenor 5 tahun juga tidak berubah di level 3,50%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
