Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Krista InterFOOD 2026 yang akan digelar pada 4–7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2. Pameran ini dinilai tidak sekadar menjadi ajang bisnis dan promosi produk makanan-minuman, tetapi juga berperan penting dalam membangun ekosistem gastronomi Indonesia dari hulu hingga hilir.
Hal tersebut disampaikan Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, saat membuka Launching Krista InterFOOD 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
“Atas nama Menteri Pariwisata, kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya dan memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan Krista InterFOOD 2026. Kami melihat pameran ini bukan sekadar exhibition atau MICE event, tetapi telah berkembang menjadi platform yang membentuk dan memperkuat ekosistem pariwisata, khususnya gastronomi,” ujar Rizki.
Menurutnya, Krista Exhibition berhasil menghadirkan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadikan InterFOOD sebagai pameran yang komprehensif karena mencakup rantai pasok pangan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, teknologi, sumber daya manusia, hingga produk makanan dan minuman siap konsumsi.
Rizki menilai penguatan sektor gastronomi menjadi salah satu strategi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. Gastronomi memiliki keterkaitan erat dengan budaya yang menjadi identitas bangsa dan pembeda Indonesia dibandingkan negara lain.
“Gastronomi itu berakar pada budaya. Indonesia memiliki keragaman kuliner yang luar biasa dengan ratusan tradisi dan sumber daya pangan yang tersebar di berbagai daerah. Potensi ini harus terus dikembangkan agar menjadi daya tarik wisata yang berkelas dunia,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan gastronomi juga selaras dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Karena itu, pameran seperti InterFOOD diharapkan dapat menjadi wadah yang mempertemukan seluruh pelaku dalam ekosistem pangan, termasuk petani, industri pengolahan, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata.
“Kita ingin InterFOOD menjadi platform yang mendorong pengembangan sumber daya pangan daerah, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Kementerian Pariwisata juga tengah mengembangkan program Wonderful Indonesia Gastronomy yang bertujuan mengkurasi dan mempromosikan kekayaan gastronomi Nusantara ke pasar internasional. Program tersebut dijalankan bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) dan melibatkan chef, media, serta pelaku industri dari berbagai negara.
Rizki mengungkapkan, ke depan terdapat peluang kolaborasi antara Wonderful Indonesia Gastronomy dan Krista InterFOOD guna memperkuat promosi gastronomi Indonesia di tingkat global. Bahkan, Indonesia tengah mendorong pembentukan ASEAN Gastronomy Network dengan harapan dapat menjadi penggerak utama inisiatif tersebut di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, ia mendorong agar InterFOOD menghadirkan lebih banyak kegiatan edukatif seperti workshop ekspor produk pangan, pelatihan standar higiene dan keamanan pangan, serta peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM.
“Pameran ini sudah sangat komprehensif. Ke depan mungkin dapat ditambah kelas-kelas pelatihan ekspor, workshop higiene, dan berbagai program peningkatan kapasitas agar manfaatnya semakin luas bagi pelaku usaha,” katanya.
Sebagai Deputi yang membidangi industri dan investasi, Rizki juga melihat peluang besar untuk menghadirkan forum investasi khusus sektor gastronomi dalam rangkaian InterFOOD mendatang.
“Kami melihat potensi untuk menghadirkan investment forum on gastronomy. Banyak investor yang tertarik pada sektor ini, baik dari dalam maupun luar negeri. InterFOOD dapat menjadi pintu masuk untuk mempertemukan peluang investasi dengan pelaku usaha,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Rizki mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan industri pangan, kuliner, dan pariwisata Indonesia.
“Semoga Krista InterFOOD 2026 berjalan sukses, menghadirkan lebih banyak peluang bisnis, investasi yang lebih luas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata dan perekonomian Indonesia,” pungkasnya sebelum secara resmi meluncurkan penyelenggaraan Krista InterFOOD 2026.
