TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Ditopang Penurunan Harga Minyak dan Sentimen Positif Regional

Agus Haryanto
25 June 2026 | 08:11
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan Kamis (25/6/2026), didukung oleh penurunan harga minyak dunia serta sentimen positif dari pembukaan bursa saham regional yang bergerak di zona hijau.

Tim riset PT Samuel Sekuritas Indonesia dalam publikasi hariannya yang dirilis melalui laman resmi perusahaan menjelaskan bahwa meskipun pasar saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (24/6/2026), optimisme masih terlihat di pasar Asia pada awal perdagangan hari ini.

Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,35 persen. Namun, indeks S&P 500 terkoreksi 0,10 persen dan Nasdaq turun 0,43 persen. Pelemahan terjadi akibat berlanjutnya aksi ambil untung pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar dan emiten yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) serta industri semikonduktor.

Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun 10,47 basis poin ke level 4,392 persen. Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat (US Dollar Index/DXY) menguat 0,20 persen menjadi 101,61.

Dari pasar komoditas, mayoritas harga komoditas utama juga mengalami penurunan. Minyak mentah WTI turun 3,92 persen ke level US$70,34 per barel, sedangkan Brent melemah 4,33 persen menjadi US$73,74 per barel. Harga batu bara terkoreksi 1,94 persen ke posisi US$129,05 per ton dan minyak sawit mentah (CPO) turun 0,54 persen menjadi MYR4.633 per ton. Harga emas juga mengalami penurunan sebesar 2,86 persen ke level US$3.999 per ons.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Indeks Hang Seng naik 0,33 persen, Shanghai Composite menguat 0,11 persen, sementara Nikkei Jepang turun 0,88 persen.

BACA JUGA:   IHSG Diprediksi Turun karena Cadangan Devisa

Adapun IHSG pada perdagangan sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan 3,56 persen ke level 5.883,88. Pada hari yang sama, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,17 triliun.

Nilai jual bersih asing tersebut terdiri atas net sell Rp1,23 triliun di pasar reguler dan net buy Rp60,7 miliar di pasar negosiasi. Saham-saham yang mencatatkan aksi jual bersih asing terbesar di pasar reguler antara lain BBRI sebesar Rp272,8 miliar, TPIA Rp218,1 miliar, dan AMMN Rp111,5 miliar.

Sebaliknya, saham yang menjadi incaran investor asing dan mencatatkan pembelian bersih terbesar adalah BREN senilai Rp219,4 miliar, ANTM Rp39,1 miliar, serta INDF Rp17,4 miliar.

Dari sisi penggerak indeks, saham MORA, BBCA, dan BYAN menjadi kontributor utama penguatan IHSG. Sementara itu, TLKM, BMRI, dan AMMN tercatat sebagai saham yang paling besar menekan pergerakan indeks.

Memasuki perdagangan Kamis pagi, bursa saham Asia menunjukkan kinerja positif. Indeks KOSPI Korea Selatan dibuka melonjak 2,25 persen, sedangkan Nikkei Jepang menguat 2,31 persen.

Melihat perkembangan tersebut, Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Penurunan harga minyak global yang dapat meredakan tekanan inflasi serta penguatan pasar regional dinilai menjadi faktor utama yang berpotensi mendorong sentimen positif di pasar saham domestik.

“Today, we expect the JCI to move up on the back of declining global oil prices and positive sentiment from strong opening in regional markets,” tulis tim riset Samuel Sekuritas dalam laporannya.

Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan ekonomi global, arah arus dana asing, serta sentimen dari pasar regional yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang perdagangan hari ini.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Reliance Sekuritas: Masih di Zona Merah, Empat Saham Ini: HMSP, UNVR, INDF, dan DSSA Jadi Pilihan

Next Post

Resmi! IRSX Gandeng Tokopedia, Jadi Mitra Distribusi Voucher FolaPlay Bola Gembira di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR