TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Stabilkan Rupiah, Diam-diam BI Gelontorkan Dolar AS

Nurdian Akhmad
24 April 2018 | 09:36
rubrik: Finance
Stabilkan Rupiah, Diam-diam BI Gelontorkan Dolar AS

Gubernur BI Agus Marto Wardojo/foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil terhadap dolar AS. Intervensi ini dilakukan di tengah dolar AS yang terus menguat terhadap mata uang dunia. Mata uang rupiah pekan kemarin merosot cukup dalam dan  mendekati Rp 14.000 per dolar AS.

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, mata uang AS yang pada hari Jumat kemarin menguat tajam terhadap semua mata uang dunia, termasuk rupiah, pada hari Senin ini kembali mengalami penguatan secara meluas (broadbased).

“Penguatan dolar AS kemarin, Senin (23/4/2018), sama seperti yang terjadi di hari Jumat. Penguatan greenback masih dipicu oleh meningkatnya yield obligasi negara AS atau US Treasury bills mendekati level psikologis 3,0% dan munculnya kembali ekspektasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, Fed Fund Rate (FFR), sebanyak lebih dari tiga kali selama 2018,” kata  Agus dalam keterangannya dari Washington DC, Selasa (24/4/2018).

Menurut dia, kenaikan yield dan suku bunga di AS itu sendiri dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi AS seiring berbagai data ekonomi AS yang terus membaik dan tensi perang dagang antara AS dan China yang berlangsung selama tahun 2018 ini.

Pada hari Senin kemarin semua mata uang negara maju kembali melemah terhadap dolar, antara lain yen Jepang (-0,25%), dolar Singapura (-0,35%), dan euro (-0,31%). Dalam periode yang sama, mayoritas mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, juga melemah.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya, Bank Indonesia telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun pasar SBN (Surat Berharga Negara) dalam jumlah cukup besar.

BACA JUGA:   Bank Jatim Sulap UUS-nya Jadi Bank BUKU II

Dengan upaya tersebut rupiah yang pada hari Jumat sempat terdepresiasi sebesar -0,70%, pada hari Senin hanya melemah -0,12%, lebih rendah daripada depresiasi yang terjadi pada mata uang negara-negara emerging market dan Asia lainnya, seperti peso Filipina -0,32%, India rupee -0,56%, baht Thailand -0,57%.

“Bank sentral akan terus memonitor dan mewaspadai risiko berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar rupiah, baik yang dipicu oleh gejolak global maupun dalam negeri,” kata Agus.

Gejolak global, di antaranya adalah dampak kenaikan suku bunga AS, perang dagang AS-China, kenaikan harga minyak, dan eskalasi tensi geopolitik terhadap berlanjutnya arus keluar asing dari pasar SBN dan saham Indonesia. Sementara itu, risiko dari dalam negeri bersumber dari kenaikan permintaan valas oleh korporasi domestik terkait kebutuhan pembayaran impor, utang luar negeri, dan dividen yang biasanya cenderung meningkat pada triwulan II.

Menguat Tipis

Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali menguat tipis setelah terperosok pada perdagangan kemarin. Selasa (24/4) pukul 10.19 WIB, rupiah di pasar spot diperdagangan di level Rp 13.894 per dollar Amerika Serikat (AS).

Rupiah menguat 0,58% jika dibandingkan dengan penutupan harga kemarin pada Rp 13.975 per dollar AS. Ini adalah level terlemah rupiah sejak Desember 2015.

Di kurs tengah Bank Indonesia, posisi rupiah masih berada di Rp 13.900 per dollar AS. Level ini melemah 0,04% jika dibandingkan dengan Senin pada Rp 13.894 per dolar AS.

Tags: biGubernur BI
Previous Post

Ditopang Sektor Infrastruktur, IHSG Dibuka Menguat

Next Post

Harga Minyak Terkerek ke Level Tertinggi Sejak 2014

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR