Jakarta, TopBusiness – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN Group mencatat lonjakan laba bersih konsolidasi sebesar 81 persen sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp6,39 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya, seiring membaiknya kinerja operasional dan keuangan perusahaan.
Kinerja positif tersebut tidak hanya tercermin dari pertumbuhan laba, tetapi juga dari peningkatan berbagai indikator utama perusahaan, mulai dari EBITDA operasional, volume penjualan, hingga arus kas operasional.
Perbaikan kinerja itu sekaligus menandai keberhasilan program transformasi yang dijalankan PTPN Group dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui perbaikan tata kelola perusahaan, restrukturisasi keuangan, dan peningkatan kualitas operasional.
Upaya tersebut turut mendorong peningkatan tingkat kesehatan perusahaan hingga mencapai peringkat A (Stable) untuk periode 2025–2026.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang dilakukan secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir.
“Transformasi yang kami jalankan tidak hanya memperkuat kinerja dan kesehatan perusahaan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ke depan, PTPN Group akan terus memperkuat daya saing, tata kelola, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi bangsa dan negara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).
Seiring dengan peningkatan kinerja keuangan, PTPN Group juga memperbesar kontribusi sosial melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang 2025, perusahaan merealisasikan anggaran TJSL sebesar Rp103,15 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp84,20 miliar dialokasikan untuk Program Community Involvement and Development (CID), sedangkan Rp18,95 miliar disalurkan melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK).
Program-program tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pilar sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Menurut manajemen, pelaksanaan TJSL PTPN Group kini diarahkan pada pendekatan berbasis dampak (impact-driven) agar manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mampu mendukung keberlanjutan usaha perusahaan.
Melalui transformasi yang berkelanjutan, PTPN Group menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan nilai tambah bagi negara, memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung agenda pembangunan nasional.
