TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pabrik Coca-Cola Kembangkan Panel Surya

Busthomi
2 October 2020 | 15:28
rubrik: Business Info
Pabrik Coca-Cola Kembangkan Panel Surya

Jakarta, TopBusiness – PT Coca-Cola Amatil Indonesia saat ini telah memiliki atap panel surya terbesar di Asia Tenggara seluas 72.000 hektar dalam fasilitas produksinya. Dari sisi industri, hal ini menunjukkan inisiatif dan komitmen perusahaan dalam pengembangan industri ramah lingkungan untuk mengurangi jejak karbon sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi.

Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia & PNG, Kadir Gunduz, mengungkapkan panel ini dapat menghasilkan 9,6 juta kWh listrik per tahun, jumlah yang dibutuhkan untuk dapat mengurangi emisi karbon sebesar 8,9 juta kilogram per tahun.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Coca-Cola Amatil Indonesia dalam mendukung komitmen pemerintah dalam mengurangi dampak pemanasan global dan emisi dengan cara pemenuhan minimal 60 persen energi perusahaan berasal dari sumber energi terbarukan dan rendah emisi,” terang dia dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2020).

Ia mengatakan, terkait keberlanjutan (sustainability) merupakan bagian inti model bisnis perusahaannya, dimulai dari cara mendapatkan bahan baku dan produk manufaktur, hingga ke cara perusahaan tersebut berkomunikasi sebagai brand dan dalam mengelola karyawannya.

“Kami telah menetapkan target penggunaan energi terbarukan dan rendah karbon, serta intensitas emisi dari ‘minuman di tangan Anda’. Instalasi atap panel surya ini merupakan salah satu bentuk investasi terbaru kami,” papar Gunduz.

Lebih lanjut, Gunduz menyampaikan Inisiatif tersebut sebagai upaya mendukung ambisi pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (greenhouse gas /GHG) sebanyak 29% atau setara dengan 314 juta ton karbondioksida hingga 2030, juga kontribusi kami terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami percaya bahwa energi terbarukan merupakan salah satu cara paling efektif dalam mengatasi perubahan iklim dan mencegah efek terburuk dari meningkatnya suhu bumi. Tentunya ini sejalan dengan langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia saat ini,” tambah Gunduz.

BACA JUGA:   Dukung Pertumbuhan UMKM, SRC Gandeng Smesco

Bersama dengan pencapaian ini, diamelanjutkan, ke depan pihaknya berencana untuk memperluas rencana pemasangan atap panel surya di fasilitas manufaktur lainnya. “Karena energi terbarukan akan menjadi salah satu inisiatif utama kami dalam melawan perubahan iklim,” tandasnya lagi.

Managing Director Coca-Cola Amatil, Alison Watkins juga menyebutkan, Coca-Cola Amatil semakin dekat dengan tujuan keberlanjutan tahun 2020 dan berharap pencapaian ini akan menjadi inspirasi bagi bisnis lain di Indonesia untuk melanjutkan atau memulai pengembangan energi terbarukan dan tujuan efisiensi energi mereka sendiri.

Hadir dalam peresmian tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Ruzhanul Ulum berharap penggunaan solar panel sebagaimana yang dilakukan oleh Coca-Cola Amatil Indonesia dapat diikuti oleh perusahaan lainnya di Jawa Barat.

Foto: Istimewa

Tags: bisnis keberlanjutancoca-colaenergi terbarukanpanel surya
Previous Post

Mau Bisnis Kuliner? Jadi Virtual Reseller di Pinnacle House

Next Post

Pemerintah Tarik Investasi Lebih Banyak Saat Pandemi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR