Jakarta, TopBusiness – PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (IDX: RELI) memutuskan mempertahankan seluruh jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Keputusan tersebut diambil di tengah kinerja keuangan perseroan yang tetap bertumbuh meski pasar modal menghadapi fluktuasi sepanjang tahun lalu.
Presiden Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Akhabani mengatakan seluruh agenda rapat telah memperoleh persetujuan pemegang saham, termasuk pengangkatan kembali anggota direksi dan strategi pengembangan usaha untuk 2026.
“Pemegang saham menyetujui seluruh agenda rapat, termasuk pengangkatan kembali Direksi serta strategi ekspansi keberlanjutan bisnis perseroan untuk tahun buku 2026,” ujar Akhabani dalam keterangannya, Rabu (30/6/2026).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Berdasarkan keputusan RUPS, susunan Direksi RELI tetap dipimpin Akhabani sebagai Presiden Direktur, didampingi Direktur Andrew Novi Gunawan dan Direktur Reza Priyambada. Sementara jajaran Dewan Komisaris terdiri atas Anton Budidjaja sebagai Presiden Komisaris dan Indra Safitri sebagai Komisaris Independen.
Dari sisi kinerja, RELI membukukan pendapatan sebesar Rp 58,80 miliar pada 2025, meningkat 29,81 persen dibandingkan Rp 45,29 miliar pada tahun sebelumnya. Realisasi tersebut juga melampaui target pendapatan perseroan yang ditetapkan sebesar Rp 52,36 miliar.
Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp 22,90 miliar atau naik 7,53 persen dibandingkan laba 2024 yang sebesar Rp 21,30 miliar.
Selain itu, total aset perseroan hingga akhir 2025 mencapai Rp 751,47 miliar, meningkat 19,33 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 629,76 miliar. Total ekuitas naik menjadi Rp 529,92 miliar atau tumbuh 4,79 persen, sedangkan total liabilitas meningkat menjadi Rp 221,39 miliar.
Akhabani mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kemampuan perseroan menjaga kinerja di tengah tantangan ekonomi global dan nasional yang masih dinamis.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. Di tengah tantangan ekonomi global dan nasional yang penuh dinamika, perseroan mampu mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang berkelanjutan,” katanya.
Perseroan juga mencatat rasio profitabilitas yang tetap kuat sepanjang 2025. EBITDA Margin tercatat sebesar 35,91 persen, Gross Profit Margin 42,09 persen, Operating Profit Margin 32,30 persen, dan Net Interest Margin (NIM) mencapai 38,95 persen.
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham menyetujui penyisihan dana cadangan wajib sebesar Rp70 juta. Sementara sisa laba bersih sebesar Rp 22,83 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan.
Untuk menjaga pertumbuhan pada 2026, RELI menyiapkan sejumlah strategi bisnis, antara lain meningkatkan penetrasi pasar dan interaksi dengan nasabah melalui webinar maupun pertemuan langsung sebagai bagian dari layanan konsultasi investasi.
Perseroan juga akan memperluas pemasaran berbagai produk investasi guna meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income), sehingga tidak hanya bergantung pada layanan transaksi saham.
Selain itu, RELI berencana menyempurnakan aplikasi perdagangan saham online Relitrade dan berbagai platform digital lainnya, termasuk memperkuat sistem keamanan siber guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan nasabah dalam bertransaksi.
