TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jual 2 Mall, Lippo Kantongi Rp 1,28 Triliun

Busthomi
9 January 2020 | 19:24
rubrik: Capital Market
BUMN Konstruksi Ini  Setor Rp 745 Miliar ke Bisnis Listrik

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—LMIRT Management Ltd., yang merupakan manajer dari Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT) dan anak usaha yang dimiliki PT Lippo Karawaci, Tbk. (LPKR), mengumumkan telah menandatangani perjanjian jual beli (CSPA) dengan NWP Retail atas penjualan dua mall di Indonesia.

Dari penjualan kedua pusat perbelanjaan tersebut, Lippo bakal mengantongi dana segar dengan total sebesar Rp1.280,7 miliar atau Rp1,28 triliun (S$124.3 juta).

Kedua mall yang didivestasi adalah Pejaten Village dan Binjai Supermall sebesar Rp1,280.7 miliar (S$124.3 juta) dan masing-masing 33,3% dan 19,3% lebih tinggi dari harga perolehan awal.

Lippo Karawaci sendiri merupakan perusahaan real estat terbesar di Indonesia dalam hal total aset dan pendapatan, juga merupakan operator mal terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 25% dari semua mal ritel modern di Indonesia.

Sementara NWP Retail selaku pembelinya merupakan perusahaan kerjasama antara Warburg Pincus dengan PT City Retail Developments.

John Riady, CEO LPKR, menegaskan mall ritel akan terus menjadi bagian inti dari bisnis perseroan dan pihaknya akan terus bekerja untuk mengelola aset-aset secara proaktif guna meningkatkan valuasi, mengidentifikasi peluang investasi, serta mengoptimalkan nilai pemegang saham.

“Dengan strategi pengelolaan portofolio secara aktif ini, REIT berada pada posisi yang lebih baik untuk menutup kesenjangan valuasinya dengan menjual asetnya yang memiliki harga pasar yang menarik,” tandas dia di Jakarta, Kamis (9/1/201/2020).

Riady kembali melanjutkan, visi perseroan adalah untuk terus meningkatkan strategi di anak-anak usahanya agar terus memberikan nilai tambah.

Perubahan strategi Lippo ke arah pengelolaan portofolio secara aktif ini diyakini untuk mengoptimalkan nilai pemegang saham dan meningkatkan valuasi REIT dengan menunjukkan kemampuannya mendivestasi aset dengan nilai valuasi yang menarik.

BACA JUGA:   Istri Alm. Dr. Sjahrir Calon Komisaris Lippo

“Transaksi ini merupakan transaksi perdana setelah perubahan strategi LMIRT ke arah pengelolaan portofolio secara aktif,” katanya.

Di masa lampau, LMIRT menggunakan strategi beli dan pegang yang merupakan strategi pengelolaan portofolio secara pasif. Divestasi ini memberikan fleksibilitas dalam hal likuiditas untuk berinvestasi pada aset-aset baru, mengembalikan uang kas kepada para pemegang saham, atau menjajaki peluang investasi lainnya.

James Liew, CEO LMIRT Management, menambahkan bahwa dalam rangka melangkah ke depan menjadi lebih baik, perseroan akan terus mengoptimalkan portofolio untuk mengoptimalkan nilai pemegang saham.

“Transaksi ini menunjukkan kualitas portofolio kami serta memperkuat valuasi harga unit kami,” ujar dia.

Harga penjualan sendiri masing-masing senilai Rp997,4 miliar (S$96,8 juta) untuk Pejaten Village dan Rp283.3 miliar (S$27,5 juta) untuk Binjai Supermall. Harga itu lebih tinggi masing-masing sebesar 33,3% dan 19,3% dari harga perolehan awal sebesar Rp748 miliar dan Rp237,5 miliar pada saat diakuisisi di tahun 2012 lalu.

Nilai tersebut juga merupakan diskon masing-masing sebesar 4,1% dan 8,3% dari nilai valuasi terbaru masing-masing mal sebesar Rp1,04 triliun dan Rp309,0 miliar.

Diskon tersebut secara signifikan lebih tinggi daripada diskon tersirat NAV REIT saat ini ketika diperdagangkan.

Transaksi ini memperkuat daya tarik pasar ritel Indonesia yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, kelas menengah yang bertumbuh pesat, serta demografi penduduk berusia muda di mana lebih dari separuh populasi berusia di bawah 30 tahun.

Dengan ritel modern yang hanya 25% dari total ritel, mal ritel memberikan peluang pertumbuhan yang sangat besar. Mal-mal di Indonesia telah mengalami pertumbuhan jumlah kunjungan yang kuat bahkan ketika ritel online telah beroperasi.

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Tags: binjai supermalllippo karawaciLPKRmal pejaten village
Previous Post

BNI Asset Management Terbitkan ETF Basis Lingkungan

Next Post

Ini Penyebab Lifting Migas 2019 90,5 %

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR