Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (3/7/2026) diperkirakan berada di zona merah seiring lemahnya pembukaan mayoritas bursa saham kawasan Asia yang berpotensi menekan sentimen pasar domestik.
Berdasarkan riset harian PT Samuel Sekuritas Indonesia yang dipublikasikan melalui laman resminya, IHSG diproyeksikan bergerak melemah pada perdagangan hari ini setelah bursa regional memulai sesi dengan tekanan.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (2/7/2026) ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones menguat 1,14%, S&P 500 relatif tidak berubah di level 0,00%, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,80%.
Penguatan Dow Jones didorong oleh rotasi investor ke saham-saham siklikal dan berbasis nilai (value stocks) setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat periode Juni. Sementara itu, pelemahan saham Tesla serta tekanan yang masih berlanjut pada saham-saham sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) membebani pergerakan Nasdaq.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun naik tipis 0,4 basis poin menjadi 4,483%. Di sisi lain, Indeks Dolar Amerika Serikat (US Dollar Index) melemah 0,53% ke level 100,86.
Pergerakan harga komoditas pada perdagangan yang sama juga ditutup bervariasi dengan kecenderungan menguat. Harga minyak mentah WTI naik 0,16% menjadi USD68,69 per barel, sedangkan Brent menguat 0,32% ke level USD71,80 per barel.
Sebaliknya, harga batu bara turun 0,12% menjadi USD129,25 per ton dan minyak sawit mentah (CPO) terkoreksi 1,12% ke level MYR4.506 per ton. Adapun harga emas melonjak 2,28% menjadi USD4.122 per ounce.
Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan Kamis (2/7/2026) ditutup di zona negatif. Indeks Hang Seng melemah 0,75%, Nikkei turun 2,47%, dan Shanghai Composite terkoreksi 2,03%.
Berbeda dengan kawasan regional, IHSG justru mampu ditutup menguat 0,87% ke level 5.744,56.
Meski demikian, aktivitas investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp237,8 miliar. Nilai tersebut terdiri atas jual bersih Rp322,6 miliar di pasar reguler dan beli bersih Rp84,8 miliar di pasar negosiasi.
Pada pasar reguler, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar mencapai Rp194,6 miliar. Selanjutnya diikuti PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) sebesar Rp82,6 miliar dan PT Astra International Tbk. (ASII) sebesar Rp75,7 miliar.
Di sisi lain, aliran dana asing terbesar yang masuk tercatat pada saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp143,1 miliar, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp83,9 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp75,4 miliar.
Saham-saham yang menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya antara lain BBCA, BMRI, dan BRPT. Sementara itu, saham MORA, BREN, dan BYAN menjadi pemberat utama indeks.
Memasuki perdagangan Jumat pagi (3/7/2026), sentimen regional kembali menunjukkan pelemahan. Indeks KOSPI dibuka turun 0,49%, sedangkan Nikkei melemah 1,36%.
Melihat kondisi tersebut, tim riset PT Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG berpotensi bergerak melemah pada perdagangan hari ini, dipengaruhi momentum pembukaan bursa regional yang cenderung negatif.
