Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (3/7/2026) di zona hijau dengan kenaikan 131,22 poin atau 2,28% ke level 5.875,78. Penguatan tersebut menunjukkan kembalinya optimisme pelaku pasar setelah indeks sempat mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Pergerakan IHSG didominasi saham-saham yang menguat. Dari seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 494 saham naik, 154 saham melemah, dan 139 saham ditutup stagnan.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 17,95 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,40 triliun, mencerminkan meningkatnya minat beli investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar maupun lapis kedua.
Saham-saham sektor perbankan kembali menjadi motor utama penguatan indeks. BBCA memimpin penguatan saham-saham perbankan besar dengan kenaikan sekitar 4,31% ke kisaran Rp5.570 per saham. Sementara itu, BBRI dan BMRI juga ditutup menguat, didukung aksi akumulasi investor yang kembali masuk ke sektor keuangan.
Di sektor komoditas, saham ANTM, MDKA, ARCI, DSSA, dan ISAT turut mencatatkan penguatan sehingga memberikan kontribusi positif terhadap laju IHSG. Penguatan saham-saham tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap sektor pertambangan, energi, dan telekomunikasi.
Pada jajaran top gainers, saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi setelah melesat sekitar 26,32% ke Rp240 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) yang naik 25,00% menjadi Rp175 per saham, disusul PT Panin Asset Management (XPTD) yang menguat 24,68% ke Rp217 per saham.
Secara sektoral, penguatan IHSG didorong oleh membaiknya kinerja sektor keuangan, energi, bahan baku, dan telekomunikasi. Aksi beli investor terlihat cukup merata, terutama pada saham-saham yang sebelumnya mengalami koreksi sehingga dinilai telah berada pada level harga yang menarik untuk dikoleksi.
Analis menilai reli IHSG pada perdagangan hari ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek pasar saham domestik. Masuknya dana ke saham-saham berkapitalisasi besar menunjukkan bahwa investor lebih memilih emiten dengan fundamental kuat sebagai instrumen investasi di tengah kondisi pasar yang mulai stabil.
Selain itu, tingginya jumlah saham yang menguat dibandingkan saham yang melemah mengindikasikan bahwa penguatan IHSG tidak hanya ditopang oleh beberapa saham berkapitalisasi besar, tetapi juga didukung oleh kenaikan yang cukup merata di berbagai sektor. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa sentimen pasar mulai membaik.
Apabila momentum ini dapat dipertahankan pada awal pekan depan dengan dukungan nilai transaksi yang tetap tinggi, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 5.900 hingga 6.000. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung setelah indeks mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Data AI
