
Jakarta, businessnews.id — Ketua umum REI (Real Estate Indonesia) Eddy Hussy, menilai bahwa Pemerintah Indonesia lebih baik fokus menyelesaikan Rancangan Undang-undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera) ketimbang melakukan akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri.
“Saat ini ada RUU Tapera yang sedang digodok Pemerintah Indonesia bersama DPR, fokuslah ke itu dulu. Jika sudah diundangkan, akan sangat membantu pembiayaan perumahan,” terang Eddy di Jakarta kemarin siang dalam diskusi yang digelar Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
Dari sisi ini, REI mendukung Pemerintah Indoneisa yang ingin membesarkan BTN, tetapi tentu tidak mesti dengan langkah akuisisi, apalagi misi BTN sangat jelas. Rencana Pemerintah Indonesia memupuk dana melalui tabungan perumahan juga akan mampu membesarkan BTN.
Ditambah, dari sisi pengembang, pembiayaan dengan bank manapun tidak persoalan. Tetapi infrastruktur pendukung dan sumber daya manusia BTN sudah mengerti karakter bisnis yang dijalankan pengembang, khususnya pengembang kecil yang sebagian besar berada di daerah.
Hubungan pengembang di daerah dengan BTN sangat baik dan profesional. Isu akuisisi jelas membuat mereka resah. Karena BTN selama ini membiayai perumahan di semua kelas dari rumah sederhana sampai mewah. “Pengembang di daerah ingin BTN besar, tetapi bukan dengan akuisisi,” tutup Eddy.
Sementara, berdasarkan pemantauan wartawan BusinessNews Indonesia, Pemerintah Indonesia memutuskan menunda akuisisi BTN oleh Bank Mandiri. Sebagaimana ditulis media massa, kemarin Sekretaris Kabinet RI Dipo Alam menyatakan, proses itu ditunda sampai terbentuknya pemerintahan baru melalui Pemilihan Umum 2014.
“Diharapkan, tidak ada keputusan strategis yang meresahkan masyarakat menjelang Pemilihan Umum Presiden RI 2014,” kata mantan aktivis mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) itu. (ZIZ)
EDITOR: DHI