Jakarta, TopBusiness – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi baru sebagai landasan hukum pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW), sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan regulasi tersebut direncanakan berbentuk Peraturan Presiden (Perpres). Namun, proses pembahasannya belum dimulai secara resmi karena masih menunggu arahan lebih lanjut dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menurut Eniya, Sekretariat Negara telah menyampaikan arahan agar penyusunan aturan tersebut segera dibahas. Meski demikian, pihaknya masih harus melakukan konsultasi dengan Menteri ESDM sebelum tahapan penyusunan Perpres dimulai.
“Belum, karena saya juga belum bertemu Pak Menteri. Namun, memang sudah ada perintah dari Sesneg agar segera dibahas,” ujar Eniya, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, bentuk regulasi berupa Perpres merupakan arahan awal dari Menteri ESDM. Karena itu, konsultasi dengan pimpinan kementerian menjadi langkah awal sebelum proses penyusunan dilaksanakan.
“Itu arahan dari Pak Menteri. Saya akan konsultasi dulu karena diminta segera berkonsultasi. Rencananya baru akan bertemu besok, meski masih menyesuaikan agenda beliau,” katanya.
Sebelumnya, Eniya menyampaikan bahwa energi surya menjadi salah satu pilar utama dalam peta jalan transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Saat ini, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN hingga 2034, pengembangan PLTS ditargetkan mencapai kapasitas 17,1 GW. Namun, pemerintah kini tengah mengakselerasi pembahasan untuk meningkatkan target tersebut menjadi 100 GW.
“Dan saat ini ada arahan dari Bapak Presiden bahwa pembahasan mengenai pembangkit listrik tenaga surya, khususnya 100 GW, sedang bergulir,” ujarnya.
Di sisi lain, perkembangan pemanfaatan energi surya di Indonesia menunjukkan tren yang positif. Hingga saat ini, total kapasitas PLTS terpasang telah mencapai sekitar 1,5 GW. Dari jumlah tersebut, PLTS atap memberikan kontribusi terbesar dengan kapasitas sekitar 895 megawatt (MW).
“Kita patut bergembira karena kapasitas PLTS yang terpasang di Indonesia secara keseluruhan sudah mencapai 1,5 GW. Khusus PLTS atap sudah mencapai 895 MW, dan kami masih terus berupaya agar kapasitasnya dapat melampaui 1 GW,” kata Eniya.
