TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026

Nurdian Akhmad
17 July 2026 | 16:51
rubrik: BUMN, Business Info, Ekonomi
Ekonomi Mulai Pulih, Angkutan Komoditas KAI Meningkat

Jakarta, TopBusiness – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat telah mengangkut sebanyak 10.050 ton pupuk sepanjang Januari hingga Juni 2026. Perseroan menilai transportasi berbasis rel memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi pupuk nasional, terutama untuk pengiriman dalam jumlah besar antarwilayah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kereta api dapat menjadi pelengkap moda transportasi lain dalam rantai pasok pupuk, mulai dari lokasi produksi hingga daerah tujuan.

“Sepanjang Januari hingga Juni 2026, KAI melayani pengiriman pupuk sebanyak 10.050 ton,” ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan catatan perusahaan, volume angkutan pupuk melalui kereta api mencapai 24.180 ton pada 2024 dan 21.060 ton pada 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa moda transportasi berbasis rel telah menjadi bagian dari sistem distribusi pupuk dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Anne, kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut barang dalam jumlah besar dengan jadwal yang teratur, sehingga dapat mendukung efisiensi distribusi dan memperkuat jaringan logistik nasional.

“Layanan ini dapat melengkapi penyaluran yang sudah berjalan, sesuai kebutuhan pelanggan dan kesiapan penerimaan barang di setiap daerah,” katanya.

Anne menambahkan pentingnya dukungan transportasi dalam distribusi pupuk semakin meningkat di tengah dinamika pasar global. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mencatat volume perdagangan pupuk dunia pada Januari-April 2026 turun sekitar 20% hingga 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Bank Dunia memperkirakan harga rata-rata pupuk global pada 2026 meningkat sekitar 31%. Kondisi tersebut, menurut Anne, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi pupuk di dalam negeri.

BACA JUGA:   40 Stasiun KAI Akan Dipasang Solar Panel

“Transportasi berbasis rel dapat digunakan bersama layanan jalan dan moda lainnya agar perjalanan barang dari tempat produksi menuju daerah penerima dapat disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga 25 Juni 2026 telah mencapai 54,28% dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton. Besarnya volume distribusi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari produsen, pemerintah, penyedia jasa transportasi, pengelola gudang, distributor, hingga penerima di daerah.

Anne menjelaskan setiap moda transportasi memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam rantai distribusi. Kereta api dapat digunakan untuk pengangkutan utama antardaerah, sedangkan distribusi dari dan menuju terminal barang dapat dilanjutkan menggunakan moda transportasi lainnya.

Selain pupuk, komoditas tersebut menjadi bagian dari layanan angkutan barang nonbatu bara KAI. Sepanjang semester I-2026, KAI mengangkut 5,96 juta ton barang nonbatu bara yang meliputi peti kemas, bahan bakar minyak, semen dan klinker, hasil perkebunan, barang ritel, pupuk, serta berbagai komoditas lainnya.

Menurut Anne, kapasitas angkutan barang yang dimiliki KAI membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Kementerian Pertanian, produsen pupuk, pemerintah daerah, perusahaan logistik, dan berbagai pihak terkait dalam mendukung distribusi pupuk nasional.

“Kelancaran penyaluran pupuk merupakan hasil kerja bersama. KAI siap menjadi bagian dari kerja tersebut melalui layanan barang yang aman, terjadwal, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman,” kata Anne.

Tags: PT KAIPT Kereta Api Indonesia (Persero)
Previous Post

Usai Direstui RUPSLB, BOAT Tuntaskan Penjaminan Enam Kapal ke BNI Senilai Rp148,5 Miliar

Next Post

PDC Integrasikan Puluhan Ribu Data Operasional, Perkuat Transformasi Digital Perusahaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR