Jakarta, TopBusiness – PT Bio Farma (Persero) mulai mengoperasikan fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi untuk mendukung proses produksi vaksin dan obat-obatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat implementasi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan bisnis.
Fasilitas CNG tersebut dibangun melalui kerja sama dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN), sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi di sektor kesehatan.
Direktur Operasi Bio Farma Iin Susanti mengatakan penggunaan CNG merupakan salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat ketahanan operasional melalui pengelolaan energi yang lebih efisien dan terukur.
Menurutnya, sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma terus berupaya memperkuat fondasi bisnis agar mampu menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung ketahanan kesehatan nasional.
“Pemanfaatan CNG ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat keandalan operasional yang menopang proses produksi secara berkelanjutan,” ujar Iin dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Dalam operasionalnya, fasilitas CNG akan memasok energi untuk mesin boiler yang menghasilkan uap sebagai komponen penting dalam proses produksi. Bio Farma menerapkan sistem dual fuel dengan CNG sebagai sumber energi utama dan solar sebagai cadangan untuk menjaga kesinambungan pasokan energi.
Perusahaan memperkirakan penggantian sebagian penggunaan solar dengan CNG dapat menurunkan emisi karbon dioksida hingga 24 persen. Selain memberikan manfaat lingkungan, penggunaan gas bumi juga diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya energi sekitar 37 persen per tahun, bergantung pada tingkat pemakaian dan perkembangan harga energi.
Di sisi lain, Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan menilai kerja sama dengan Bio Farma menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi di sektor strategis.
Ia mengatakan sektor kesehatan membutuhkan pasokan energi yang stabil karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan proses produksi dan layanan kepada masyarakat.
“Pemanfaatan CNG di Bio Farma menjadi contoh bagaimana energi yang lebih bersih dapat mendukung operasional industri sekaligus menjaga keberlanjutan layanan kesehatan publik,” kata Santiaji.
Melalui pengoperasian fasilitas tersebut, Bio Farma berharap dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi jejak karbon perusahaan, serta memperkuat ketahanan energi dalam mendukung penyediaan vaksin dan obat-obatan bagi masyarakat.
