TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pelabuhan Patimban Resmi Layani Pengiriman Peti Kemas Internasional

Albarsyah
20 July 2026 | 14:25
rubrik: Business Info
Operasikan Pelabuhan Patimban, Pemerintah Tak Lupakan Nelayan

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, resmi memulai layanan pengiriman peti kemas internasional setelah kapal peti kemas Mediterranean Shipping Company (MSC) Aria III bersandar di Dermaga Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban. Kedatangan kapal dengan panjang lebih dari 200 meter tersebut menandai dimulainya fase baru pengembangan ekosistem logistik nasional yang semakin terhubung dengan jaringan perdagangan global.

Kapal yang datang dari Singapura itu selanjutnya akan melanjutkan pelayaran menuju Laem Chabang, Thailand, serta tiga pelabuhan utama di China, yakni Shekou, Ningbo, dan Shanghai. Pelayaran tersebut menjadi layanan perdana peti kemas internasional yang beroperasi di Pelabuhan Patimban.

Senior Vice President International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) sekaligus Komisaris PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI), Yukki Nugrahawan Hanafi, mengatakan masuknya layanan reguler MSC di Patimban bukan sekadar penambahan rute pelayaran, melainkan menjadi awal terbentuknya ekosistem logistik internasional baru yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam perdagangan global.

Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan jaringan pelabuhan yang terintegrasi dan mampu melayani arus perdagangan internasional secara efisien, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok nasional di tengah dinamika global.

Yukki berharap kehadiran layanan MSC dapat menjadi katalis bagi masuknya perusahaan pelayaran internasional lainnya sehingga jaringan layanan dari Patimban semakin luas, mencakup tujuan di Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika.

Saat ini Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban memiliki luas sekitar 10 hektare dengan kapasitas pelayanan mencapai 250.000 TEUs per tahun. Pengelola terminal, PT Patimban Global Gateway Terminal (PGT), menargetkan peningkatan kapasitas secara bertahap hingga 1,65 juta TEUs per tahun.

Dalam pengembangan jangka panjang, Pelabuhan Patimban dirancang memiliki kapasitas terminal peti kemas hingga 7,5 juta TEUs per tahun serta terminal kendaraan berkapasitas 600.000 unit per tahun, menjadikannya salah satu proyek pelabuhan terintegrasi terbesar di Indonesia.

BACA JUGA:   Kinerja Apik, PGP Siap Bersaing di Pasar Global dalam Integrated Logistic Services

Peningkatan fasilitas terminal juga dilakukan secara bertahap. Terminal mulai beroperasi pada Januari 2026 dengan satu unit Mobile Harbour Crane (MHC), kemudian ditambah dua unit MHC pada April 2026.

Selanjutnya, pada September 2026 direncanakan penambahan sembilan unit rubber tyred gantry (RTG), tiga unit ship-to-shore (STS), empat reach stacker, serta 16 unit truk. Sementara itu, tiga unit STS Crane dan sembilan unit Electric Rubber-Tyred Gantry (E-RTG) ditargetkan terpasang pada Desember 2026.

Setelah seluruh peralatan tersebut beroperasi, kapasitas terminal diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 800.000 TEUs per tahun. Selain meningkatkan kapasitas, penambahan peralatan juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat, mengurangi waktu sandar kapal, serta meningkatkan kepastian jadwal pelayaran.

Selain terminal peti kemas, Pelabuhan Patimban juga telah mengoperasikan terminal kendaraan sejak 2022 di atas lahan seluas 22,4 hektare dengan kapasitas 218.000 unit kendaraan completely built up (CBU) per tahun untuk melayani kegiatan ekspor maupun impor.

Dari sisi konektivitas darat, pembangunan jalan tol sepanjang 37 kilometer yang menghubungkan Tol Cikopo–Palimanan dengan Pelabuhan Patimban ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir 2026, dengan sebagian ruas mulai tersambung pada 2027. Kehadiran akses tol tersebut diperkirakan akan memangkas waktu tempuh dari kawasan industri Karawang Timur dan wilayah Pantura Jawa Barat menuju Pelabuhan Patimban dari sekitar 1,5–2 jam menjadi sekitar 30–40 menit.

Tags: pelabuhan patimban
Previous Post

Groundbreaking PSEL Bogor Raya Ditargetkan Awal Agustus, Persiapan Lahan Dikebut

Next Post

Bio Farma Beralih ke CNG, Tekan Emisi dan Pangkas Biaya Energi hingga 37%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR