TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program Buyback BNI Tuntas, Seluruh 77,86 Juta Saham Dialihkan ke Karyawan

Busthomi
20 July 2026 | 15:07
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

BNI telah merampungkan transaksi buyback Tahun 2026 sebanyak 77.856.100 lembar saham melalui pelaksanaan Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai Perseroan sesuai dengan keputusan RUPST Tahun Buku 2025. FOTO: Dhi/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) menuntaskan seluruh rangkaian program pembelian kembali (buyback) saham tahun 2026 dengan mengalihkan seluruh saham hasil buyback kepada program kepemilikan saham bagi karyawan (Employee Stock Ownership Program/ESOP).

Dengan selesainya proses tersebut, bank pelat merah itu kini tidak lagi memiliki saham treasuri yang berasal dari aksi korporasi buyback 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (20/7/2026), pengalihan saham tersebut telah diselesaikan pada 16 Juli 2026, sebagai tindak lanjut atas keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, RUPST telah memberikan persetujuan agar saham hasil buyback yang disimpan sebagai treasury stock dapat dialihkan melalui penjualan kembali di Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, atau digunakan untuk pelaksanaan program kepemilikan saham bagi pegawai dan/atau pengurus perseroan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sehubungan dengan telah diselesaikannya transaksi Buyback Tahun 2026, pada 16 Juli 2026 Perseroan telah menyelesaikan pengalihan seluruh saham hasil Buyback Tahun 2026 sebanyak 77.856.100 lembar saham melalui pelaksanaan Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai Perseroan sesuai dengan keputusan RUPST Tahun Buku 2025 dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Okki dalam keterbukaan informasi.

Ia menambahkan, dengan rampungnya pengalihan tersebut, BNI tidak lagi memiliki saham treasuri yang berasal dari pelaksanaan buyback tahun 2026.

Menurut perseroan, pengalihan saham hasil buyback tersebut merupakan implementasi dari kebijakan remunerasi berbasis kinerja yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPST Tahun Buku 2025.

“Pengalihan seluruh saham hasil Buyback Tahun 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan RUPST Tahun Buku 2025 dan merupakan bentuk implementasi dari remunerasi berbasis kinerja,” kata Okki.

BACA JUGA:   IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

BNI juga memastikan bahwa penyelesaian pengalihan saham treasury tersebut tidak menimbulkan dampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.

Langkah ini sekaligus menandai berakhirnya pelaksanaan program buyback saham BNI tahun 2026 yang sebelumnya diumumkan telah selesai dilaksanakan.

Dengan tidak adanya lagi saham treasuri dari aksi buyback tersebut, struktur kepemilikan saham perseroan kembali sepenuhnya mencerminkan saham yang beredar di pasar serta saham yang telah dialokasikan sesuai keputusan pemegang saham.

Tags: Bank BNIbbnibuyback sahamsaham karyawan
Previous Post

Pabrik Baru Beroperasi Tahun ini, GULA Incar Pendapatan Rp336 Miliar

Next Post

Rasa Group Bidik Ekspansi ke AS hingga Timur Tengah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR