Jakarta, BusinessNews Indonesia – Kendati kurs rupiah melemah terhadap dolar AS dan harga minyak dunia menguat, pemerintah masih optimisme defisit kas negara tidak akan membengkak pada tahun ini. Terlebih, penerimaan pajak dalam beberapa bulan terakhir cukup baik, sehingga APBN 2018 diyakini tidak akan terganggu oleh pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia.
Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, dengan perbaikan penerimaan negara pada tahun ini, maka fokus pemerintah adalah memperbaiki kualitas belanja, serta pengelolaan utang yang mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Kami harapkan ini akan memberikan optimisme bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sri Mulyani yang juga menteri keuangan usai rapat KSSK di Jakarta, Senin malam (30/4/2018).
Menurut dia, pemerintah pun terus menjaga agar dampak kenaikan harga minyak internasional dan dinamika nilai tukar rupiah tidak menganggu pelaksanaan APBN, dan momentum pergerakan ekonomi melalui kebijakan perlindungan kepada kelompok miskin dan menjaga kesehatan BUMN energi dan listrik.
Kurs rupiah dalam beberapa pekan terakhir terus melemah hampir menyentuh level Rp 14.000 per dolar AS. Demikian pula harga minyak dunia melambung dan sempat menyentuh level US$ 75 per barel, rekor tertinggi sejak 2014.
