TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Monetisasi Infrastruktur Berbuah Manis, WIFI Raih Pendapatan Rp1,57 Triliun Melambung 206% di Semester I

Busthomi
30 July 2026 | 22:09
rubrik: Capital Market
WIFI Gandeng FiberHome Luncurkan Jaringan 5G FWA Komersial Pertama di Dunia

Proses penandatanganan MoU antara WIFI atau Surge dengan FiberHome untuk membangun jaringan 5G fwa. FOTO: Dok Surge

Jakarta, TopBusiness – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (IDX: WIFI) atau SURGE membukukan lonjakan kinerja keuangan sepanjang semester I-2026. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp1,57 triliun, meningkat lebih dari tiga kali lipat atau sekitar 206 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp513,4 miliar.

Berdasarkan laporan kinerja semester I-2026 yang dipublikasikan Perseroan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh bisnis telekomunikasi yang kini menjadi penyumbang terbesar pendapatan. Segmen ini menghasilkan pendapatan Rp1,28 triliun, melonjak 357 persen secara tahunan dan berkontribusi sekitar 82 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

Salah satunya karena ditopang 1,85 juta pelanggan HomeConnect Fiber-to-the-Home (FTTH) serta peluncuran komersial layanan HomeConnect FWA pada akhir Februari 2026 lalu.

Perseroan menjelaskan bahwa capaian tersebut menandai keberhasilan SURGE bertransformasi dari fase pembangunan infrastruktur digital menuju tahap monetisasi aset yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.

“Semester I-2026 menandai titik balik bagi SURGE. Selama beberapa tahun terakhir kami membangun infrastruktur, kini fokus kami adalah memastikan setiap kilometer serat optik dan setiap sektor radio yang telah kami bangun menghasilkan pendapatan berulang. Pertumbuhan pendapatan telekomunikasi sebesar 357 persen menjadi bukti awal bahwa transisi tersebut berjalan sesuai rencana,” ujar Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Shannedy Ong, dalam keterangan resmi Perseroan, Kamis (30/7/2026).

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba operasional juga meningkat signifikan. Nilai EBITDA mencapai Rp948,9 miliar, naik 117 persen dibandingkan semester I-2025. Sementara itu, laba bersih Perseroan melonjak menjadi Rp496,8 miliar, atau tumbuh 118 persen secara tahunan.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp331,2 miliar, meningkat 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:   Naik 33,80%, Laba Bersih CMRY Capai Rp 2,03 Triliun

Menurut manajemen, pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin optimalnya pemanfaatan jaringan telekomunikasi yang telah dibangun, sehingga mampu menghasilkan pendapatan berulang (recurring revenue) yang lebih stabil.

Di sisi operasional, jumlah pelanggan layanan HomeConnect FTTH mencapai 1,85 juta pelanggan hingga akhir Juni 2026, meningkat sekitar 377 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara layanan Fixed Wireless Access (FWA) yang baru diluncurkan secara komersial pada akhir Februari 2026 telah memiliki lebih dari 513 ribu pelanggan pada akhir semester pertama tahun ini.

Untuk layanan FTTH HomeConnect secara kuartalan memgalami pertumbuhan 9% QoQ atau sekitar 153.000 penambahan bersih pada 2Q26. Ini mencerminkan tahap di mana ekspansi cakupan jaringan yang agresif telah sebagian besar terealisasi, dan prioritas Perseroan bergeser dari akuisisi cakupan menuju peningkatan penetrasi, ARPU (pendapatan rata-rata per pelanggan), dan retensi pada basis pelanggan yang telah terbentuk.

Sementara layanan FWA HomeConnect tepatnya mencatat 513.040 pelanggan, atau sekitar 303.600 penambahan bersih pada kuartal penuh pertama operasi komersialnya. Perseroan menilai tingkat adopsi ini memvalidasi tesis bahwa FWA dapat menjadi jalur akuisisi pelanggan yang jauh lebih cepat dan lebih ringan modal dibandingkan dengan penggelaran serat optik di kawasan tertentu.

Blended ARPU pada 2Q26 tercatat sekitar Rp108.000 per pelanggan per bulan, dihitung dari pendapatan segmen telekomunikasi kuartalan dibagi rata-rata gabungan pelanggan FTTH dan FWA. Angka tersebut turut mencakup pendapatan telekomunikasi B2B.

Lebih jauh ditegaskannya, Perseroan menilai kombinasi layanan FTTH dan FWA memungkinkan perluasan jangkauan pasar secara lebih efisien. FTTH difokuskan pada wilayah dengan kepadatan tinggi, sedangkan FWA menjadi solusi untuk daerah yang lebih ekonomis dilayani melalui jaringan nirkabel. Selain melayani pelanggan ritel, bisnis telekomunikasi korporasi (B2B) juga turut menopang pertumbuhan pendapatan.

BACA JUGA:   Ikuti Bursa Global dan Kawasan, Indeks Berkurang

Di tengah ekspansi bisnis, SURGE tetap menjaga profitabilitas. Margin EBITDA tercatat 60,4 persen, meskipun lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat perubahan komposisi pendapatan yang kini lebih didominasi layanan telekomunikasi ritel. Perseroan menilai model bisnis tersebut memberikan pendapatan yang lebih berkelanjutan dan dapat diprediksi dibandingkan proyek infrastruktur.

“Mempertahankan margin EBITDA di atas 60% justru pada fase ekspansi paling intensif dalam sejarah Perseroan mencerminkan disiplin belanja modal dan pengendalian biaya kami,” ujar Shannedy Ong.

“Pergeseran menuju pendapatan telekomunikasi ritel yang berulang memang membawa margin ke tingkat yang lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan proyek infrastruktur, namun basis pendapatan yang kami bangun hari ini jauh lebih berkelanjutan dan lebih dapat diprediksi,” lanjutnya.

Hingga akhir Juni 2026, SURGE juga mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1,18 triliun untuk melanjutkan pembangunan jaringan. Perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp8,29 triliun, dengan posisi utang bersih sekitar Rp1,77 triliun, yang dinilai masih berada pada level konservatif untuk mendukung ekspansi usaha. Memasuki paruh kedua tahun ini, Perseroan akan memfokuskan strategi pada peningkatan utilisasi jaringan yang telah dibangun, meningkatkan pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU), serta memperbaiki efisiensi operasional layanan FWA seiring bertambahnya jumlah pelanggan.

Tags: Kinerja emitenkinerja keuanganPT Solusi Sinergi Digital TbkSurgewifi
Previous Post

Laba Bersih Melejit 604,7%, UVCR Perkuat Momentum Pertumbuhan di Paruh Pertama

Next Post

Waskita Karya Terapkan GRC sebagai Fondasi Transformasi dan Keberlanjutan Perusahaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR