Jakarta, TopBusiness – PT Adi Sarana Armada Tbk (IDX: ASSA) terus memperkuat lini bisnis utamanya guna menjaga pertumbuhan kinerja di tengah tekanan kenaikan biaya operasional dan kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi. Strategi tersebut difokuskan pada pengembangan layanan logistik end-to-end, penguatan bisnis rental kendaraan, serta optimalisasi ekosistem kendaraan bekas.
Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto, mengatakan perseroan akan terus memperluas kapabilitas bisnis logistik sebagai salah satu motor utama pertumbuhan. Salah satu langkah strategis yang telah diselesaikan adalah pembangunan gudang logistik rantai dingin (cold chain) melalui Coldspace di Pulo Gadung dengan kapasitas mencapai 20 ribu palet.
“Tren permintaan yang terus berkembang telah membuat penguatan layanan logistik rantai dingin menjadi penting bagi Perseroan,” ujar Prodjo dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Selain itu, ASSA juga terus memperkuat integrasi layanan logistik melalui pengembangan Transportation Management System (TMS) dan Warehouse Management System (WMS). Kedua sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi, mulai dari pengelolaan armada, optimasi rute, hingga pengendalian aktivitas pergudangan agar pengiriman ke pelanggan berjalan lebih optimal.
Pada bisnis rental kendaraan, ASSA menilai prospek permintaan masih tetap solid karena ditopang basis pelanggan yang beragam. Diversifikasi sumber pendapatan dinilai membuat segmen ini lebih tangguh dalam menghadapi perlambatan ekonomi.
Sementara itu, pada lini bisnis kendaraan bekas, permintaan pembelian melalui Caroline.id masih menunjukkan tren positif. Namun, bisnis lelang kendaraan melalui JBA Indonesia masih menghadapi tantangan akibat daya beli masyarakat yang berfluktuasi.
Sepanjang semester I-2026, ASSA membukukan pendapatan sebesar Rp 3,06 triliun atau meningkat 8,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 271,24 miliar yang ditopang oleh kinerja operasional yang tetap terjaga.
“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan, kami bersyukur ASSA mampu menjaga pendapatan stabil, yang menunjukkan bahwa fundamental bisnis Perseroan tetap kuat,” kata Prodjo.
Segmen logistik masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp 1,35 triliun atau tumbuh 13,1% secara tahunan. Bisnis rental menyusul dengan pendapatan Rp 1,04 triliun atau naik 6,5%, sedangkan penjualan mobil bekas melalui Caroline.id meningkat 8,2% menjadi Rp565,06 miliar.
Menurut Prodjo, keberhasilan ASSA menjaga kinerja tidak hanya berasal dari upaya efisiensi, tetapi juga didukung strategi diversifikasi lini usaha dan basis pelanggan yang luas sehingga pendapatan berasal dari berbagai sumber.
Menghadapi sisa tahun 2026, ASSA memilih bersikap konservatif dalam menetapkan target bisnis. Perseroan menilai pertumbuhan pendapatan sebesar 5-10% masih menjadi sasaran yang realistis seiring kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
