TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Investor Masih Optimistis

Agus Haryanto
6 August 2026 | 09:26
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (6/8/2026) pagi dibuka menguat 28,78 poin atau 0,45 persen ke level 6.379,92. Penguatan ini melanjutkan sentimen positif pasar setelah IHSG pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 6.351,14.

Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 naik 2,99 poin atau 0,47 persen ke posisi 636,98.

Data pembukaan perdagangan menunjukkan IHSG bergerak di kisaran 6.382,68 pada awal sesi dan sempat menguat lebih lanjut di atas level pembukaan. Volume transaksi awal tercatat sekitar 3,19 miliar saham dengan frekuensi perdagangan yang terus meningkat seiring aktivitas investor pada sesi pertama. Nilai transaksi pasar reguler pada awal perdagangan diperkirakan telah menembus Rp2 triliun, mencerminkan minat beli yang cukup kuat dari pelaku pasar.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penopang utama penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan. Beberapa saham unggulan dibuka menguat dengan perubahan harga sebagai berikut:

  • BBCA naik sekitar Rp125 menjadi Rp8.950 per saham.
  • BBRI menguat sekitar Rp40 menjadi Rp4.180 per saham.
  • BMRI bertambah sekitar Rp55 menjadi Rp5.675 per saham.
  • TLKM naik sekitar Rp20 menjadi Rp2.930 per saham.
  • ASII menguat sekitar Rp45 menjadi Rp4.980 per saham.

Kenaikan saham-saham perbankan besar dan telekomunikasi tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan indeks pada awal perdagangan.

Analis pasar modal menilai penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan didorong oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari eksternal, penguatan bursa saham Amerika Serikat dan mayoritas pasar Asia memberikan dorongan positif terhadap aset berisiko di kawasan, termasuk Indonesia. Dari domestik, stabilitas nilai tukar rupiah dan ekspektasi terhadap penurunan tekanan inflasi menjaga optimisme investor terhadap prospek ekonomi nasional.

BACA JUGA:   Waspadai Koreksi IHSG, Saham Ini Jadi Pilihan

Secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di atas area support 6.320–6.340 sehingga membuka peluang melanjutkan penguatan menuju area resistensi 6.400–6.430 pada perdagangan jangka pendek. Namun, pelaku pasar masih mencermati potensi aksi ambil untung apabila indeks mendekati area resistensi tersebut.

Likuiditas pasar yang tercermin dari kenaikan volume dan frekuensi transaksi menunjukkan partisipasi investor domestik masih dominan pada awal perdagangan. Jika arus beli berlanjut hingga sesi kedua, IHSG berpeluang menutup perdagangan di zona hijau dan menguji kembali level psikologis 6.400.

Analis merekomendasikan investor jangka pendek mencermati saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI yang masih menunjukkan momentum penguatan, sementara investor jangka menengah dapat mulai mengakumulasi saham sektor konsumer dan telekomunikasi secara bertahap dengan tetap memperhatikan manajemen risiko pasar.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Analis Sarankan Enam Saham Ini: BRMS, TINS, TPIA, PTRO, IATA, dan CUAN untuk Trading

Next Post

Bangkitkan Merek Legendaris Semen Kujang, SIG Bidik Penguatan Dominasi Pasar Jabar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR