TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonomi Indonesia Kuartal I 2018 Membaik

Nurdian Akhmad
7 May 2018 | 12:35
rubrik: Ekonomi
Ekonomi Indonesia Kuartal I 2018 Membaik

foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2018 sebesar 5,06% (year on year/yoy). Posisi ini lebih tinggi dibandingkan laju ekonomi pada periode yang sama tahun lalu 5,01%, juga lebih tinggi dari kuartal I 2016 yang sebesar 4,84%.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018 5,06% lebih tinggi dibanding 2017. Pertumbuhan ini lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (7/5/2018).

Meski demikian, laju ekonomi kuartal I 2018 ini lebih rendah dari kuartal keempat 2017 yang sebesar 5,19%. Angka ini juga lebih rendah dari proyeksi Bank Indonesia (BI) dan proyeksi pemerintah yang masing-masing sebesar 5,1% dan 5,2% YoY.

Menurut Suhariyanto, pada kuartal pertama tahun ini, harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional secara umum naik baik q-t-q maupun YoY. Misalnya, harga rata-rata minyak rentah di pasar internasional, masih US$ 52,03 per barel, naik 24,34% menjadi US$ 64,7 per barel. Harga komoditas non migas juga naik, seperti makanan dan hasil pertanian dan komoditas tambang.

Kondisi perekonomian global kuartal I 2018 secara umum naik. Tapi laju pertumbuhannya lebih rendah dari kuartal keempat 2017. China di posisi 6,8% atau lebih rendah dari kuartal pertama 2017, AS menguat menjadi 2,9% dibanding kuartal pertama 2017, dan Singapura menguat menjadi 4,3% dibanding kuartal pertama 2017.

Selama kuartal pertama 2018, inflasi 0,99% q-t-q dan secara YoY inflasi tercatat 3,4%. “Inflasi triwulan pertama boleh dikatakan terkendali,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Senin (7/5).

Realisasi belanja pemerintah lebih bagus dibanding kuartal pertama 2017. Kuartal I 2018 tercatat sevesar 18,87% dari pagu. Sementara kuartal I 2017, 18,75% dari pagu. Hal ini karena kenaikan belanja pemerintah pusat baik belanja barang, belanja pegawai, hingga subsidi.

BACA JUGA:   Inflasi Tahunan di 2,37% di Juli

Nilai ekspor Indonesia q-t-q mengalami penurunan, tapi secara tahunan naik 8,78% YoY. Tapi Nilai impor naik lebih tinggi lagi, sebesar 20,12% YoY. “Ini menyebabkan neraca dagang kita Januari-Februari defisit,” tambah dia.

Data BKPM, realisasi penanaman modal naik 11,8% YoY. Penjualan mobil naik 2,88% YoY. penjualan sepeda motor naik 3,99%. Sementara produksi semen naik 3,1% YoY dan penjualannya naik 8,44% YoY.

Tags: bpspertumbuhan ekonomi
Previous Post

IPEMI Gelar Rakernas, Ada Pemberian Penghargaan dan Peluncuran IPEMI Money

Next Post

BPS: Ada 6,87 Juta Orang Menganggur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR