Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.86%, disertai dengan net sell asing ~488 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ASII, ANTM, AADI, BMRI, dan ISAT.
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG berpotensi rebound kembali hari ini.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diperkirakan di kisaran 6330-6360 dan level Resist IHSG diperkirakan di rentang 6430-6500,” jelas dia, dalam risetnya, Kamis (20/8/2026).
Trading Idea hari ini: MBMA, KOTA, BIPI, ANTM, BUVA, dan GGRM
- MBMA Spec Buy dengan area beli di 505-510, cutloss di bawah 500. Target dekat di 520-540.
- KOTA Spec Buy dengan area beli di 155-161, cutloss di bawah 155. Target dekat di 166-170.
- BIPI Spec Buy dengan area beli di 150, cutloss di bawah 148. Target dekat di 152-156.
- ANTM Spec Buy dengan area beli di 3000-3030, cutloss di bawah 3000. Target dekat di 3080-3150.
- BUVA Spec Buy dengan area beli di 715-725, cutloss di bawah 700. Target dekat di 755-775.
- GGRM Spec Buy dengan area beli di 20000-20125, cutloss di bawah 19525. Target dekat di 20600-21000.
Global Overnight Review
Wall Street Menguat Pasca Yield Obligasi Turun, Saham Modena Topang Sektor Kesehatan. Indeks utama Wall Street ditutup naik pada perdagangan Rabu (19/8), karena penurunan yield obligasi pemerintah meningkatkan minat risiko, sementara lonjakan tajam saham produsen vaksin Moderna mendorong kenaikan indeks di sektor kesehatan.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,22%; S&P 500 menguat 0,21%; dan Nasdaq Composite bertambah 0,16%.
Saham Moderna melonjak hampir 177%–mencatatkan rekor kenaikan bagi perusahaan tersebut–setelah mereka mengumumkan bahwa terapi kanker mRNA yang dipersonalisasi (dikembangkan bersama Merck) terbukti mampu mengurangi risiko kekambuhan dan penyebaran melanoma dalam uji klinis tahap akhir.
Saham Merck melonjak 12,6%. Lonjakan tajam saham Moderna turut mendorong saham perusahaan sejenis di sektor kesehatan, seperti Novavax yang ditutup naik 10,8% dan BioNTech (yang tercatat di bursa AS) yang melesat 22%.
Sektor kesehatan S&P 500 ditutup naik 3,5%, mencatatkan kenaikan persentase harian terbesar sejak April 2025.
Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Brent ditutup lebih tinggi di tengah ketidakpastian perkembangan situasi di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, bertolak belakang dengan klaim Iran yang menyebut selat tersebut tertutup bagi pelayaran.
Bursa Asia Terkoreksi, KOSPI Pimpin Pelemahan. Bursa Asia melemah pada perdagangan Rabu (19/8). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 3,16%, dan Topix melemah 3,09%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong naik 0,09%.
Sementara itu, Taiex Taiwan turun 1,3%, dan ASX 200 Australia berkurang 0,18%. Sementara itu, Straits Times turun 0,13% dan FTSE Malaysia melemah 0,12%.
Di sisi lain, indeks saham MSCI Emerging Asia turun 2,1%, degan indeks saham di Korea Selatan KOSPI turun 5,8%. Korea Selatan memimpin penurunan. Saham perusahaan semikonduktor turut menjadi penekan utama.
Samsung Electronics turun 7,8%, dan SK Hynix menurun sebanyak 9,7%. Sementara di domestik, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga (BI-Rate) di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Agustus 2026.
Selain itu, suku bunga Deposit Facility dipertahankan di level 4,75%, dan suku bunga Lending Facility dipertahankan di level 6,50%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
