Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus memperkuat penanganan dampak kekeringan akibat El Nino kuat di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga 21 Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.229 lokasi telah mendapat penanganan, mencakup sektor pertanian, permukiman, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, terutama di sektor pertanian yang sangat bergantung pada kepastian pasokan air.
“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Menteri Dody.
Berdasarkan rekapitulasi Kementerian PU, sebanyak 1.072 lokasi telah selesai ditangani, sementara 157 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan. Dari total tersebut, penanganan kekeringan mencakup 157 lokasi sawah, 931 lokasi permukiman, dan 141 lokasi karhutla. Hasil penanganan telah membantu menyelamatkan sekitar 41.252 hektare area sawah serta melayani kebutuhan air bersih bagi 616.033 jiwa.
Di sektor pertanian, berbagai langkah dilakukan untuk menjaga lahan sawah tetap produktif di tengah ancaman kekeringan. Penanganan meliputi pemompaan air dari sungai ke areal persawahan, normalisasi saluran irigasi, pembuatan saluran darurat, hingga optimalisasi jaringan air.
Dari 157 lokasi penanganan sawah, sebanyak 124 lokasi telah selesai ditangani. Pemompaan air dari sungai ke sawah menjadi salah satu metode utama, diterapkan di 69 lokasi atau sekitar 43,9 persen dari total penanganan sektor pertanian.
Sementara itu, di wilayah permukiman, Kementerian PU memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui distribusi air bersih. Dari 931 lokasi penanganan, sebanyak 811 lokasi telah selesai. Distribusi air menjadi bentuk penanganan terbesar dengan 902 lokasi atau sekitar 96,9 persen dari total penanganan kekeringan di kawasan permukiman.
Penanganan juga dilakukan terhadap ancaman karhutla. Sebanyak 141 lokasi tercatat mendapatkan penanganan, dengan 137 lokasi telah selesai melalui upaya pemadaman titik api.
Secara regional, wilayah Jawa menjadi kawasan dengan cakupan penanganan terbesar, mencapai 728 lokasi. Penanganan di Pulau Jawa juga memberikan manfaat terhadap 26.346 hektare sawah dan pelayanan air bersih bagi 533.604 jiwa.
Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU terus mengerahkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia untuk menghadapi dampak kekeringan, menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, serta melindungi lahan pertanian agar produktivitas pangan tetap terjaga. Hal ini selaras dengan Sasaran Utama PU 608 yang merupakan arah pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat hingga menciptakan pertumbuhan ekonomi.
