TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tumbuh Bagus, Industri Makanan-Minuman Terus Didorong

Achmad Adhito
2 September 2026 | 20:41
rubrik: Business Info
FOTO – Rencana Larangan Pakai Kantong Plastik

Konsumen Pusat Belanja di Jakarta (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Daya saing industri makanan dan minuman (mamin) terus diperkuat melalui peningkatan efisiensi, pemanfaatan teknologi, optimalisasi penggunaan sumber daya, dan pengembangan proses produksi yang berkelanjutan.

“Langkah ini sejalan dengan upaya Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus memacu penerapan industri yang berdaya saing serta memperhatikan aspek keberlanjutan,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, hari ini.

Menperin dalam keterangan resmi mengatakan, industri makanan dan minuman memiliki posisi strategis karena memiliki keterkaitan yang luas dengan berbagai sektor ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Menurutnya, penguatan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan energi merupakan langkah penting dalam memastikan industri mamin untuk tetap tumbuh dan berdaya saing. Itu di tengah dinamika biaya produksi dan pemanfaatan sumber daya, termasuk sumber daya air dan energi.
 
“Kami terus memperkuat industri makanan dan minuman agar semakin produktif, inovatif, efisien, danberdaya saing. Transformasi teknologi menjadi bagian penting untuk memastikan industri dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menggunakan sumber daya dengan semakin efisien dan bertanggung jawab,” ujar Menperin.
 
Penguatan tersebut sejalan dengan kinerja industri mamin yang tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Pada semester I 2026 industri mamin mencatat pertumbuhan PDB sebesar 6,77 persen dan memberikan kontribusi sebesar 41,86 persen terhadap industri pengolahan non-migas.
 
Industri mamin juga memiliki keterkaitan yang luas dengan sektor hulu hingga hilir, mulai dari petani, peternak, nelayan, pemasok bahan baku, pelaku logistik, industri kecil dan menengah (IKM), hingga konsumen.

Keterkaitan tersebut menjadikan industri mamin memiliki dampak yang luas terhadap aktivitas ekonomi, termasuk memperkuat pertumbuhan kinerja sektor terkait serta penciptaan lapangan kerja.
 
Memperkuat daya saing tersebut, Kemenperin terus memacu peningkatan efisiensi sumber daya, termasuk air dan energi, dalam proses produksi. Melalui pemanfaatan teknologi yang hemat sumber daya akan membantu meningkatkan produktivitas serta mendukung penerapan proses produksi yang berkelanjutan.

BACA JUGA:   4 Juta Santri Potensial untuk Ekosistem IKM
Tags: agus kartasasmitaIndustri makanan dan minuman
Previous Post

SKK Migas: Sumur Eksplorasi BET-1 di Wilayah Kerja Jabung Temukan Minyak Melebihi Target

Next Post

Hutama Karya Berlakukan Potongan Tarif Tol 10% di Sejumlah Ruas Jalan Tol Trans Sumatera pada Hari Pelanggan Nasional 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR