Jakarta, TopBusiness—Daya saing industri makanan dan minuman (mamin) terus diperkuat melalui peningkatan efisiensi, pemanfaatan teknologi, optimalisasi penggunaan sumber daya, dan pengembangan proses produksi yang berkelanjutan.
“Langkah ini sejalan dengan upaya Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus memacu penerapan industri yang berdaya saing serta memperhatikan aspek keberlanjutan,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, hari ini.
Menperin dalam keterangan resmi mengatakan, industri makanan dan minuman memiliki posisi strategis karena memiliki keterkaitan yang luas dengan berbagai sektor ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Menurutnya, penguatan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan energi merupakan langkah penting dalam memastikan industri mamin untuk tetap tumbuh dan berdaya saing. Itu di tengah dinamika biaya produksi dan pemanfaatan sumber daya, termasuk sumber daya air dan energi.
“Kami terus memperkuat industri makanan dan minuman agar semakin produktif, inovatif, efisien, danberdaya saing. Transformasi teknologi menjadi bagian penting untuk memastikan industri dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menggunakan sumber daya dengan semakin efisien dan bertanggung jawab,” ujar Menperin.
Penguatan tersebut sejalan dengan kinerja industri mamin yang tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Pada semester I 2026 industri mamin mencatat pertumbuhan PDB sebesar 6,77 persen dan memberikan kontribusi sebesar 41,86 persen terhadap industri pengolahan non-migas.
Industri mamin juga memiliki keterkaitan yang luas dengan sektor hulu hingga hilir, mulai dari petani, peternak, nelayan, pemasok bahan baku, pelaku logistik, industri kecil dan menengah (IKM), hingga konsumen.
Keterkaitan tersebut menjadikan industri mamin memiliki dampak yang luas terhadap aktivitas ekonomi, termasuk memperkuat pertumbuhan kinerja sektor terkait serta penciptaan lapangan kerja.
Memperkuat daya saing tersebut, Kemenperin terus memacu peningkatan efisiensi sumber daya, termasuk air dan energi, dalam proses produksi. Melalui pemanfaatan teknologi yang hemat sumber daya akan membantu meningkatkan produktivitas serta mendukung penerapan proses produksi yang berkelanjutan.
