TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kans Pasar Masih Cenderung Melemah, Berikut Saham Pilihan Hari Ini: TPIA, BULL, BIPI, ARKO, MEDC, dan COIN

Busthomi
22 September 2026 | 08:13
rubrik: Capital Market
Ide Trading Hari Ini, Buy Saham BUMI, CUAN, BUVA, VKTR, MBMA, dan BRMS

Ilustrasi buy dan sell saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.88%, ke level 6,384.73 disertai dengan net sell asing ~510 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, ANTM, BBCA, TLKM, dan MDKA.

Untuk perdagangan hari ini, laju IHSG berpotensi sideways namun cenderung melemah, seiring sikap wait and see investor menanti hasil RDG BI.

“Dengan kondisi saat ini, maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 6340-6270 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6440-6500,” sebut Muhammad Lutfi Permanam, Retail Research Analyst BNI Sekuritas, dalam risetnya, Selasa (22/9/2026).

Trading Idea hari ini: TPIA, BULL, BIPI, ARKO, MEDC, dan COIN

  • TPIA Spec Buy dengan area beli di 1880-1870, dengan target dekat di 1910-1935. Cutloss di bawah 1845.
  • BULL Spec Buy dengan area beli di 404-400, cutloss di bawah 396. Target dekat di 410-416.
  • BIPI Spec Buy dengan area beli di 150-148, cutloss di bawah 147. Target dekat di 152-154.
  • ARKO Spec Buy dengan area beli di 4090-4070, dengan target dekat di 4160-4200. Cutloss di bawah 4050.
  • MEDC Spec Buy dengan area beli di 1475-1460, cutloss di bawah 1445. Target dekat di 1500-1520.
  • COIN Spec Buy dengan area beli di 850-840, cutloss di bawah 830. Target dekat di 865-875.    

Global Overnight Review

Wall Street Rally: Indeks Nasdaq Catat Rekor Penutupan Tertinggi, Optimisme AI Bangkit. Wall Street rally dengan indeks Nasdaq Composite melonjak hingga mencapai rekor penutupan tertinggi, didorong oleh kenaikan saham Advanced Micro Devices dan perusahaan-perusahaan raksasa AI lainnya.

Di sisi lain, yield US Treasury turun dari level tertinggi dan harga minyak mentah anjlok ke level terendah akibat spekulasi mengenai potensi terobosan dalam pembicaraan Timur Tengah di pertemuan PBB minggu ini.

BACA JUGA:   IHSG Diproyeksikan Bergerak Mixed

Senin (21/9), indeks S&P 500 ditutup naik 1,49%; Nasdaq Composite melonjak 2,26%; dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,71%. Saham sektor chip naik dengan saham Intel melonjak 12,2% dan saham Arm Holdings melesat 17%.

Saham Advanced Micro Devices juga melonjak sekitar 10% hingga mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$ 1 triliun untuk pertama kalinya.

Yield obligasi acuan AS tenor 10Y turun di bawah level psikologis 5%. Sementara, harga minyak mentah berjangka Brent turun ke level US$ 100,34/bbl.

Di tengah aksi saling melontarkan ancaman antara Washington dan Teheran sepanjang akhir pekan, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang diperkirakan akan menghadiri Sidang Umum PBB di New York minggu ini.

Saham Meta melonjak 11,4% setelah Wells Fargo menaikkan target harga saham platform media sosial tersebut menyusul peluncuran asisten AI Muse baru-baru ini.

Bursa Asia Menguat Jelang Trump-Xi, Investor Indonesia Tunggu Sinyal BI. Saham-saham teknologi Asia menguat pada perdagangan Senin (21/9), didorong optimisme terhadap prospek AI dan sektor semikonduktor.

Investor juga mencermati pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan ini mengenai hubungan dagang dan prospek ekonomi global.

Indeks KOSPI Korea Selatan menguat 1,65%; Taiex Taiwan juga naik 1,14%; Hang Seng Hong Kong menguat 1,18%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,01%. Sentimen pasar dipengaruhi ekspektasi bahwa RBA akan kembali menaikkan suku bunga.

Sementara di kawasan Asia Tenggara, indeks STI Singapura naik 0,34%. Tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) di Singapura pada 2Q26 mencapai level tertinggi sejak puncak pandemi Covid pada akhir tahun 2020.

Tingginya kasus PHK didorong oleh reorganisasi dan restrukturisasi bisnis. Terdapat 4.620 kasus PHK pada 2Q26, meningkat dari 3.830 kasus PHK yang tercatat pada 1Q26.

BACA JUGA:   IHSG Bisa ke Resistance Terdekat di Level 6.248

Selain sentimen global, di Indonesia mencermati pertemuan kebijakan BI pekan ini, mengenai arah suku bunga BI di tengah upaya menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Tags: rekomendasi sahamsahamsaham hari inisaham ihsgsaham pilihan
Previous Post

QRIS Lintas Negara Raih Penghargaan Global

Next Post

IHSG Masih Rawan Koreksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR