Jakarta, TopBusiness – Pelaku pasar modal yang terwujud melalui indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan akan bergerak mixed, menyusul penantian penetapan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate.
Riset harian Samuel Sekuritas Indonesia yang dipublikasikan melalui samuel.co.id, di Jakarta, Selasa (13/10/2020), menyebutkan bahwa Nikkei dibuka di zona positif namun bergerak turun 0,04%, sama halnya Kospi 0,12%. “Penantian kebijakan RDG BI diperkirakan membawa IHSG bergerak mixed hari ini,” demikian tersebut.
Selanjutnya, semalam bursa AS ditutup menguat. Dow Jones positif 0,88%, S&P 500 1,64% dan Nasdaq 2,56%. Kenaikan indeks kembali didorong penguatan saham sektor teknologi. Pembicaraan stimulus terus bergulir dengan harapan mencapai sepakat muncul kembali.
Dari Asia, perdagangan kemarin beberapa bursa utama Asia ditutup variasi. Seperti, Nikkei berkurang 0,3%, Hang Seng plus 2,2%, Kospi 0,49% dan Shanghai 2,64%. Sementara IHSG ditutup naik 0,78% ke level 5.093 ditengah net sell asing sebesar Rp 2,5 miliar di pasar reguler. EIDO ditutup flat 0,05%.
“Beberapa berita yang dapat dicermati, diantaranya, rapat dewan gubenur Bank Indonesia hari ini menentukan arah suku bunga acuan 7D RR. Ekonom SSI memproyeksi BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4%,” demikian terungkap.
Dari regional, China akan rilis data export, impor dan neraca perdagangan periode September dan nanti malam Amerika akan merilis data inflasi September (prev: 1,3% yoy; cons: 1,4% yoy). Kasus baru Covid-19 dalam negeri Senin diumukan melandai menjadi 3,267 kasus (prev: 4.497 kasus) dengan kesembuhan lebih tinggi yaitu 3.492 kasus sehingga kasus ditutup sebesar 80,3%. Hingga kini Indonesia telah mencatat total kasus Covid-19 mencapai 336,7 ribu.
Foto: Rendy MR
