TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pupuk Indonesia Targetkan Peremajaan 8 Pabrik dalam Lima Tahun

Nurdian Akhmad
22 September 2026 | 10:29
rubrik: Business Info
Rekomendasi ITS untuk Kebijakan Pemanfaatan Limbah Industri Pupuk

Fasilitas pabrik Pupuk Indonesia

Jakarta, TopBusiness – PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan pembangunan dan peremajaan delapan pabrik dalam lima tahun ke depan. Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan meningkatkan efisiensi energi, kapasitas produksi, dan keandalan operasional.

Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil melalui Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kalimantan Timur. Proyek ini berhasil menekan konsumsi gas lebih dari 10%, sehingga memperkuat efisiensi proses produksi.

Direktur Operasi Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo mengatakan transformasi operasional akan terus dilanjutkan untuk memperkuat daya saing perusahaan.

“Ke depan, transformasi akan terus kami lanjutkan untuk membangun Pupuk Indonesia yang lebih efisien, agile, dan kompetitif,” ujar Dwi Satriyo di Jakarta, dikutip Selasa (22/9/2026).

Transformasi Pupuk Indonesia tidak hanya menyasar fasilitas produksi pupuk. Perusahaan juga mulai memperluas portofolio ke industri dan specialty chemical melalui pembangunan pabrik soda ash serta rencana pengembangan pabrik metanol.

Ekspansi tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas strategis. Dengan demikian, pengembangan bisnis diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga mendukung daya saing industri nasional.

Di bisnis pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia mencatat penyaluran sebanyak 8.110.571 ton sepanjang 2025. Realisasi tersebut meningkat 10,68% dibandingkan 2024.

Perubahan mekanisme subsidi melalui Perpres Nomor 113 Tahun 2025 turut menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi. Skema subsidi berubah dari cost-plus menjadi marked-to-market dan menerapkan pembayaran bahan baku di muka.

Efisiensi tersebut turut membuka ruang bagi pemerintah untuk menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% sejak Oktober 2025. Di tengah meningkatnya permintaan menjelang musim tanam, Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi tetap terjaga.

Dari sisi bisnis, transformasi dan efisiensi tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja. Pendapatan Pupuk Indonesia meningkat menjadi Rp90,4 triliun pada 2025, dari Rp81,6 triliun pada 2024.

BACA JUGA:   Ini Cara Sinar Mas Land Bantu Pengguna Tol Serpong-Balaraja Saat Banjir

Capaian tersebut menempatkan Pupuk Indonesia sebagai BUMN dengan pendapatan terbesar ke-8 di Indonesia. Penguatan posisi perusahaan juga tercermin dalam Fortune Southeast Asia 500 2026, di mana peringkat Pupuk Indonesia naik dari posisi 69 menjadi 68.

Sementara dalam Fortune Indonesia 100 tahun 2026, Pupuk Indonesia berada di peringkat 14. Capaian tersebut memperlihatkan penguatan fundamental perusahaan yang ditopang transformasi tata kelola, operasional, efisiensi, serta diversifikasi bisnis.

Tags: peremajaan pabrikPT Pupuk Indonesia
Previous Post

Lapangan Gas JTB Produksi 192 MMSCFD, Pasok Kebutuhan Gas Jawa Timur

Next Post

PEPC Zona 12 Bangun Ekosistem Ekonomi Lokal dari Kelor, Energi Surya hingga Bank Sampah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR