Jakarta, TopBusiness – PT TanjungEnim Lestari Pulp & Paper (TELPP) terus memperkuat pengelolaan Human Capital (HC) secara terintegrasi sebagai bagian dari strategi meningkatkan kinerja bisnis, produktivitas, dan daya saing perusahaan.
Penguatan Human Capital di perusahaan pulp dan paper tersebut dilakukan melalui program yang terencana dan berkelanjutan, mulai dari level operasional hingga manajemen. Fokusnya mencakup peningkatan kompetensi, pengembangan talenta, perencanaan tenaga kerja, penguatan kepemimpinan, hingga transformasi digital proses Human Capital.
Manager Human Capital/HRD/SDM TELPP, Mohammad Soleh al Hakim, mengatakan strategi Human Capital diarahkan untuk mendukung pencapaian strategi bisnis perusahaan melalui penguatan organisasi, pengembangan kompetensi, peningkatan produktivitas, serta transformasi digital proses HR.
“Human Capital Management di TELPP diarahkan untuk mendukung pencapaian strategi bisnis melalui penguatan organisasi, pengembangan kompetensi, peningkatan produktivitas, dan transformasi digital proses Human Capital,” ujar Mas Hakim, panggilan akrabnya.
Menurutnya, strategi tersebut dituangkan melalui penyusunan HR Workplan dan KRA Balanced Scorecard 2026/2027 yang menghubungkan prioritas HR dengan kebutuhan operasional serta pengembangan organisasi.
Salah satu fokus utama adalah digitalisasi proses HR. Langkah ini sejalan dengan visi manajemen untuk mendorong digitalisasi proses perusahaan menuju 2027. Dalam transformasi tersebut, HR Management menjadi salah satu pemilik inisiatif digitalisasi proses HR dengan mengembangkan sistem dan proses yang lebih terintegrasi, efisien, dan terdokumentasi.
Perkuat Kepemimpinan dan Pengembangan Talenta
Selain transformasi digital, TELPP juga memberikan perhatian terhadap pengembangan kepemimpinan dan talenta. Komitmen manajemen diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kompetensi, pengembangan talenta, perencanaan tenaga kerja, serta penguatan leadership pipeline.
Beberapa program yang dikembangkan antara lain Succession Plan, Supervisor Development Program (SDP), dan Management Development Program (MDP).
Program tersebut dirancang untuk membangun kesiapan karyawan dalam menghadapi kebutuhan kepemimpinan dan pengembangan organisasi secara berkelanjutan.
“Keterlibatan pimpinan dalam proses pengembangan talenta, validasi kebutuhan organisasi, serta pengambilan keputusan terkait Human Capital menjadi bagian penting untuk memastikan program HR benar-benar mendukung kebutuhan bisnis,” jelasnya.
Dari sisi tata kelola, TELPP memperkuat pembagian fungsi, tanggung jawab, dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya manusia. Fungsi HR Management mencakup Recruitment, Organization Development & Talent Management, Training & Development, HR Services, Employee & Industrial Relations, serta sejumlah fungsi pendukung lainnya.
Untuk memastikan koordinasi dan pemantauan program berjalan konsisten, HR TELPP juga melaksanakan HR Weekly Meeting secara rutin setiap Rabu yang melibatkan Section Head dan Unit Head.
Hasil pembahasan kemudian didokumentasikan melalui Minutes of Meeting dan disampaikan kepada pihak terkait. Penguatan governance juga dilakukan melalui peninjauan dan penyempurnaan Standard Operating Procedure (SOP) serta Work Instruction (WI) HR.
Dalam memastikan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan operasional, TELPP menerapkan pendekatan Workforce Planning. Pendekatan ini digunakan untuk melihat kesesuaian jumlah tenaga kerja dengan beban kerja, produktivitas, dan kebutuhan pengembangan organisasi.
Salah satu instrumen yang digunakan adalah Workforce Load Analysis (WLA) untuk mengevaluasi kesesuaian antara beban kerja dan kapasitas tenaga kerja.
“Hasil WLA digunakan untuk mengidentifikasi kondisi fit, underload, maupun stretch/overload. Analisis ini menjadi salah satu dasar dalam mendukung diskusi mengenai kebutuhan tenaga kerja, distribusi pekerjaan, serta peningkatan produktivitas,” katanya.
Saat ini, TELPP memiliki 856 karyawan, termasuk 44 manager.
Berdasarkan hasil WLA, sebanyak 82 persen tenaga kerja berada dalam kategori fit, 1 persen underload, dan 15 persen stretch/overload.
Selain perencanaan jangka pendek, Human Capital TELPP juga mengembangkan perencanaan jangka menengah melalui Succession Plan dan program pengembangan talenta. Salah satunya adalah Succession Plan Engineering Division 2026, yang diarahkan untuk mempersiapkan kandidat potensial bagi posisi strategis di masa mendatang.
Penguatan Human Capital TELPP juga didukung dengan pengukuran kinerja berbasis data. Pengukuran mencakup produktivitas tenaga kerja, kebutuhan tenaga kerja, biaya kompensasi, pengembangan kompetensi, hingga efektivitas proses HR.
Transformasi digital menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya tersebut. TELPP mengembangkan HR Information System (HRIS) untuk meningkatkan ketersediaan data, efisiensi administrasi, dan transparansi dalam pemantauan proses Human Capital.
“Per 3 Juli 2026, sekitar 75 persen formulir HR telah masuk ke dalam sistem. Beberapa proses seperti Business Trip, Overtime, Medical Reimbursement, dan Annual Leave telah terdigitalisasi,” ungkap Mas Hakim.
Menurutnya, digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pengelolaan HR yang lebih terintegrasi, efisien, dan terukur.
Lebih lanjut, Mas Hakim menyebut sejumlah inisiatif Human Capital yang menjadi perhatian utama TELPP. Di antaranya Strategic Workforce Planning & Workforce Optimization melalui pemanfaatan WLA, workforce planning, manpower analysis, dan overtime monitoring.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk memastikan prinsip right number, right capability, and right productivity sesuai kebutuhan bisnis perusahaan.
Di bidang talent management, TELPP menjalankan Talent Mapping, Hi-Potential Identification, Succession Planning, dan Leadership Pipeline untuk memastikan ketersediaan future leaders dan critical talent sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis.
Sementara itu, pengembangan talenta dilakukan secara terstruktur melalui SDP, MDP, coaching, assessment, job assignment, dan competency-based development.
TELPP juga terus mendorong upskilling dan reskilling melalui pengembangan kompetensi teknis maupun behavioral, pelatihan, sertifikasi profesional, leadership development, serta future skills untuk menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan bisnis.
Pada sisi digital, transformasi dilakukan melalui perubahan proses HR dari manual menuju digital workflow, termasuk electronic HR forms, HRIS enhancement, attendance digitalization, dan pengembangan HR services yang lebih efisien, transparan, serta data-driven.
Penggunaan People Analytics dan Data-Driven HR juga diperkuat untuk mendukung workforce planning, productivity analysis, overtime management, manpower decisions, dan management reporting.
Tidak hanya itu, TELPP mulai memberikan perhatian terhadap Future Skills dan AI Readiness, termasuk pengembangan digital capability dan AI literacy serta pemanfaatan AI untuk mendukung fungsi HR.
Aspek Employee Wellbeing dan Sustainable Workforce juga menjadi bagian dari pengelolaan Human Capital melalui healthcare support, Medical Check Up (MCU), workload monitoring, serta healthy workplace initiatives.
Mas Hakim menegaskan bahwa seluruh rangkaian program tersebut pada akhirnya diarahkan untuk membangun Human Capital yang unggul, adaptif, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan bisnis perusahaan.
“Kami sangat konsen dalam memoles Human Capital dengan apik dan terintegrasi, karena Human Capital yang unggul dan terukur akan mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengembangan Human Capital tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga membangun sistem pengelolaan SDM yang mampu menghasilkan talent yang tepat, kompetensi yang sesuai, produktivitas yang optimal, dan kesiapan organisasi menghadapi perubahan.
Dengan pendekatan tersebut, TELPP menempatkan Human Capital sebagai salah satu elemen strategis dalam mendukung keberlanjutan dan pencapaian target bisnis perusahaan ke depan.
