Jakarta, TopBusiness – Majalah TopBusiness akan menyelenggarakan TOP ESG Awards 2027 sebagai ajang apresiasi sekaligus pembelajaran bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam memperkuat praktik Environmental, Social, and Governance (ESG).
Mengangkat tema “Driving Sustainable Business Growth through ESG Excellence”, acara puncak penghargaan akan digelar pada Kamis, 28 Januari 2027 di Jakarta.
Ketua Penyelenggara TOP ESG Awards 2027, M. Lutfi Handayani, mengatakan, penyelenggaraan TOP ESG Awards diarahkan untuk mendorong perusahaan agar tidak semata melihat ESG sebagai kewajiban kepatuhan dan pelaporan, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis yang mampu memberikan dampak terhadap kinerja dan keberlanjutan perusahaan.
“TOP ESG Awards 2027 mendorong perusahaan untuk semakin menyelaraskan penerapan ESG dengan strategi bisnis. Yang menjadi perhatian bukan hanya kelengkapan kebijakan dan pengungkapan, tetapi bagaimana ESG benar-benar memberikan dampak terhadap bisnis, daya saing, pengelolaan risiko, serta penciptaan nilai jangka panjang,” ujar Lutfi yang juga pemimpin redaksi Majalah TopBusiness dan CEO MSI Group dalam keterangannya yang dikutip Senin (28/9/2026).
Menurut Lutfi, pendekatan tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam proses penilaian TOP ESG Awards 2027. Perusahaan peserta diharapkan mampu menunjukkan bukti terukur mengenai keterkaitan inisiatif ESG dengan kinerja bisnis.
“Perusahaan diharapkan dapat menunjukkan data dan indikator yang menggambarkan dampak penerapan ESG, baik terhadap efisiensi biaya, peluang bisnis, produktivitas, reputasi, akses pembiayaan, mitigasi risiko, maupun penciptaan nilai bagi para pemangku kepentingan,” katanya.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, TOP ESG Awards 2027 mengangkat tema “Driving Sustainable Business Growth through ESG Excellence”. Tema tersebut menempatkan ESG sebagai bagian dari upaya perusahaan membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Proses penilaian TOP ESG Awards 2027 mempertimbangkan berbagai kebijakan, standar, dan praktik ESG yang relevan. Di antaranya Sustainable Finance Roadmap OJK, Taksonomi Hijau Indonesia, RPJMN, SDGs Nasional, kebijakan lingkungan dan ketenagakerjaan, transisi energi, target Net Zero Emission Indonesia 2060, serta prinsip good corporate governance (GCG).
Penilaian juga mengacu pada sejumlah universal standards dan ESG framework, seperti GRI Standards, ISSB, dan SASB. Selain itu, pendekatan ESG rating global, antara lain MSCI, Sustainalytics, S&P Global, Refinitiv, dan ISS ESG, turut menjadi referensi.
“Penilaian TOP ESG Awards tidak semata-mata melihat kepatuhan dan kelengkapan ESG saja. Kami juga menilai efektivitas implementasi ESG dan dampaknya terhadap bisnis, daya saing, pengelolaan risiko, penciptaan nilai, serta keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang,” jelas Lutfi.
Aspek Utama Penjurian
Dalam proses penjurian, terdapat enam aspek utama yang menjadi perhatian. Pertama, Business Strategy & Sustainability, yang mencakup keselarasan ESG dengan strategi bisnis, visi keberlanjutan, sustainability roadmap, dan komitmen jangka panjang.
Kedua, ESG Governance & Materiality, meliputi struktur tata kelola ESG, peran Direksi dan Komisaris, kebijakan, manajemen risiko, materiality assessment, prioritas ESG, serta stakeholder engagement.
Ketiga, Environmental, Social & Governance Performance, yang menilai kinerja lingkungan, sosial, dan governance sesuai dengan karakteristik serta aktivitas bisnis perusahaan.
Keempat, ESG Innovation & Digitalization, termasuk inovasi ESG, digital sustainability system, green technology, circular economy, serta pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan automation untuk ESG.
Kelima, ESG Achievements & Impact, yang melihat capaian ESG terukur, quantified ESG impact, manfaat finansial dan nonfinansial, serta stakeholder value creation.
Keenam, keunggulan dan praktik yang dapat direplikasi, yakni keunggulan ESG perusahaan serta praktik yang layak direkomendasikan atau dicontoh.
Dalam penjurian nanti, kata Lutfi, peserta diharapkan dapat menyajikan data sebelum dan sesudah implementasi ESG, target dibandingkan realisasi, serta indikator kuantitatif yang memperlihatkan dampak dari program ESG.
Dari sisi tahapan, proses penentuan kandidat pemenang berlangsung pada 17 September hingga 31 Desember 2026. Selanjutnya, overview penyusunan materi presentasi dijadwalkan pada 1 Oktober dan 22 Oktober 2026.
Wawancara penjurian secara online berlangsung pada 15 Oktober 2026 hingga 15 Januari 2027. Kemudian, Sidang Pleno Dewan Juri dijadwalkan pada 23 November 2026 hingga 20 Januari 2027.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan webinar pada 21 Januari 2027 dan acara puncak penghargaan pada Kamis, 28 Januari 2027.
Selain memberikan penghargaan, TOP ESG Awards 2027 juga mengedepankan aspek pembelajaran. Peserta berkesempatan memperoleh feedback dan rekomendasi perbaikan dari Dewan Juri melalui sesi Nilai Tambah serta mendapatkan insight dan benchmark dari praktik ESG perusahaan lain.
“TOP ESG Awards juga kami arahkan sebagai forum pembelajaran. Peserta tidak hanya mengikuti proses penilaian, tetapi juga mendapatkan masukan dari Dewan Juri mengenai hal-hal yang dapat diperkuat dalam penerapan ESG di perusahaan,” kata Lutfi.
Dalam penyelenggaraannya, peserta juga disarankan melibatkan jajaran manajemen puncak. Komisaris, CEO, dan/atau Direktur yang membawahi ESG/CSR diharapkan dapat hadir dalam wawancara penjurian.
Kategori Penghargaan
Adapun penghargaan TOP ESG Awards 2027 terdiri atas beberapa kategori. Untuk perusahaan, penghargaan diberikan dalam bentuk TOP ESG Awards – Level Bintang (Stars), mulai Bintang 1 (terendah) hingga Bintang 5 (tertinggi), berdasarkan tingkat kematangan sistem, tata kelola, implementasi ESG, serta dampaknya terhadap kinerja, daya saing, dan keberlanjutan bisnis.
Kategori lainnya adalah The Most Committed ESG Leader, yang diberikan kepada Presiden Direktur atau pimpinan tertinggi perusahaan yang menunjukkan komitmen dan kepemimpinan kuat dalam pengembangan dan implementasi ESG.
Kemudian, The High Performing ESG Manager diberikan kepada pimpinan atau penanggung jawab fungsi ESG yang menunjukkan peran dan kinerja unggul dalam pengembangan serta implementasi ESG perusahaan.
Terdapat pula Special Appreciation – TOP ESG Awards bagi perusahaan atas keunggulan, inovasi, atau pencapaian tertentu di bidang ESG yang dinilai memberikan dampak dan nilai tambah.
Sementara itu, bagi perusahaan yang konsisten meraih Bintang 5, tersedia penghargaan khusus TOP ESG Trophy. Golden Trophy diberikan untuk konsistensi Bintang 5 selama tiga tahun berturut-turut, Platinum Trophy selama lima tahun, Diamond Trophy selama 10 tahun, dan Double Diamond Trophy selama 15 tahun berturut-turut.
Menurut Lutfi, penyelenggaraan TOP ESG Awards 2027 diharapkan dapat mendorong semakin kuatnya keterkaitan antara penerapan ESG dengan strategi dan kinerja perusahaan.
“Harapannya, ESG tidak berhenti pada kebijakan maupun pelaporan, tetapi benar-benar terintegrasi dalam strategi dan operasional perusahaan sehingga memberikan manfaat bagi perusahaan sekaligus para pemangku kepentingan,” pungkas Lutfi.
TOP ESG Awards 2027 juga bertujuan mendorong kontribusi korporasi terhadap perbaikan kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi serta pembangunan nasional. Di sisi lain, praktik dan capaian ESG perusahaan diharapkan dapat dipublikasikan kepada masyarakat, pemerintah, investor, dan lembaga pembiayaan.
Sejumlah pakar dan praktisi ESG serta tata kelola masuk dalam jajaran Dewan Juri TOP ESG Awards 2027. Selaku Ketua Dewan Juri adalah Herry Ginanjar yang juga Ketua Umum – Indonesia ESG Professional Association (IEPA).
Termasuk dalam jajaran dewan juri ada Suripno (Wakil Ketua Umum IEPA), Prof. Iman Harymawan (Ketua Center of ESG Studies/CESGS Universitas Airlangga), Prof. Sonny Priyarsono (Sekolah Bisnis IPB Bogor), Citra Junika Siregar (EO Prasetiya Mulya ELI), Mas Achmad Daniri (etua Asosiasi GRC Indonesia).
Selain itu ada Nurdizal M. Rachman (Pendiri Corebest – Konsultan ESG), Ummu A. Mukarnawati (IEPA-Konsultan ESG), S. Herry Putranto (hairman Komunitas Migas Indonesia), Verlyana Hitipeuw (CEO Kiroyan Partners), Thendri Supriatno (Konsultan CSR dan ESG – ISVI), serta sejumlah profesional dan konsultan ESG lainnya.
