TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

INPS Resmi Akuisisi 90% Saham Tri Satria Indah Motor Senilai Rp5,8 Miliar

Busthomi
6 October 2026 | 14:09
rubrik: Capital Market
Perintis Triniti Gaet Kredit Puluhan  Miliar dari Bank Mandiri

Ilustrasi bisnis. FOTO: Freepik

Jakarta, TopBusiness – PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (IDX: INPS) memperluas portofolio bisnisnya ke sektor otomotif. Perseroan telah menyelesaikan pengambilalihan 180 saham atau setara 90% saham PT Tri Satria Indah Motor (TSIM), sehingga perusahaan tersebut kini menjadi entitas anak yang dikendalikan langsung oleh INPS.

Transaksi pengambilalihan tersebut dilakukan pada kemarin, 5 Oktober 2026 dan menjadi bagian dari langkah pengembangan usaha perseroan sebagai perusahaan induk.

TSIM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dan berstatus sebagai main dealer kendaraan bermotor roda tiga merek APPKTM di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur.

Direktur Utama PT Indah Prakasa Sentosa Tbk Muhammad Reagy Sukmana mengatakan, penyelesaian transaksi membuat TSIM resmi masuk ke dalam struktur grup perseroan dan laporan keuangannya akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan INPS.

“Dengan selesainya Transaksi, TSIM menjadi entitas anak yang dikendalikan secara langsung oleh Perseroan dan laporan keuangannya akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perseroan,” ujar Reagy dalam keterbukaan informasi perseroan yang ditandatanganinya, Selasa (6/10/2026).

Menurut dia, aksi korporasi tersebut merupakan langkah pengembangan usaha INPS untuk masuk lebih jauh ke bisnis otomotif, khususnya kendaraan bermotor roda tiga.

Perseroan menilai transaksi tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha dan kondisi keuangan perusahaan ke depan. Di sisi lain, pengambilalihan tersebut tidak membawa dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha INPS.

Disebutkannya, pengambilalihan dilakukan berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 6 tanggal 5 Oktober 2026 yang dibuat di hadapan Emmyra Fauzia Kariana, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta.

Melalui transaksi tersebut, INPS membeli 180 saham TSIM, masing-masing memiliki nilai nominal Rp1 juta. Saham tersebut setara dengan 90% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor dalam TSIM.

BACA JUGA:   Anjlok 22%, Astra Kantongi Laba Rp8,8 Triliun

Saham diperoleh dari Jemmy Widjaja, yang merupakan pihak ketiga dan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan INPS.

“Nilai transaksi ditetapkan sebesar Rp5,8 miliar. Pembayaran dilakukan dalam dua tahap. Sebesar Rp2,92 miliar telah dibayarkan berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat tanggal 30 September 2026, sedangkan sisa Rp2,88 miliar dibayarkan pada saat penandatanganan Akta Jual Beli Saham,” terangnya.

Untuk membiayai transaksi tersebut, INPS menggunakan fasilitas pinjaman dari pihak ketiga yang sebelumnya telah dilaporkan perseroan melalui keterbukaan informasi tertanggal 1 Oktober 2026 lalu.

Setelah transaksi, struktur pemegang saham TSIM terdiri atas INPS sebanyak 180 saham atau 90%, Jemmy Widjaja sebanyak 18 saham atau 9%, serta Liem Kiet Hiw sebanyak dua saham atau 1%.

Dengan masuknya TSIM sebagai entitas anak, INPS kini memiliki eksposur yang lebih luas pada sektor otomotif, di samping kegiatan usaha yang selama ini dijalankan melalui bisnis perusahaan induk dan anak usaha di bidang pergudangan dan penyimpanan, serta perdagangan bahan bakar.

Perluas Portofolio Bisnis

Masuknya TSIM ke dalam kelompok usaha INPS menjadi langkah diversifikasi bisnis perseroan. Dengan posisi TSIM sebagai main dealer kendaraan bermotor roda tiga merek APPKTM, perseroan memiliki pijakan baru di sektor otomotif.

Bagi INPS, diversifikasi tersebut sekaligus memperluas sumber pertumbuhan usaha di luar bisnis yang telah dijalankan sebelumnya.

“Transaksi ini merupakan langkah pengembangan usaha Perseroan sebagai perusahaan induk ke bidang otomotif kendaraan bermotor roda tiga dan diharapkan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha dan kondisi keuangan Perseroan ke depan,” kata Reagy.

Perseroan juga memastikan transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan. Hal ini karena pihak penjual, Jemmy Widjaja, tidak memiliki hubungan afiliasi dengan INPS.

BACA JUGA:   Chandra Asri Group Perkuat Fondasi Pertumbuhan Melalui GDP untuk Talenta Muda Unggul

Selain itu, nilai transaksi sebesar Rp5,8 miliar berada di bawah ambang batas transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Penjualan saham TSIM sendiri telah memperoleh persetujuan seluruh pemegang saham melalui Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham pada 5 Oktober 2026. Rencana pengambilalihan sebelumnya juga telah diumumkan melalui surat kabar Harian Terbit pada 4 September 2026 sesuai ketentuan Pasal 127 Undang-Undang Perseroan Terbatas.

Adapun pemberitahuan perubahan data perseroan TSIM terkait transaksi tersebut kepada Menteri Hukum Republik Indonesia masih dalam proses melalui notaris.

Dengan rampungnya akuisisi, INPS kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis otomotif melalui TSIM sekaligus mengoptimalkan peran perusahaan sebagai holding dalam membangun portofolio usaha yang lebih beragam.

Tags: akuisisi bisnisINPSPT Indah Prakasa Sentosa Tbksektor otomotif
Previous Post

Rekening Emas BRImo Tumbuh Signifikan Usai Peluncuran Open Bundling Emas

Next Post

Filipina Catatkan Inflasi Tahunan 7, 2% di September

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR