Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,88% ke level 6.031 pada perdagangan terakhir, dengan tekanan jual yang meningkat. Dalam skenario terbaik, IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian wave iv dari wave c, sehingga masih berpeluang menguat untuk menguji area gap di level 6.227–6.231.
Meski demikian, investor perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan ke rentang 5.850–5.911 apabila IHSG menembus level 5.973. Untuk jangka pendek, area koreksi yang perlu dicermati berada di kisaran 6.008–6.025.
Adapun level support IHSG berada di 6.018 dan 5.973, sedangkan resistance berada di 6.297 dan 6.376.
Berikut rekomendasi saham dari MNCS Daily Scope untuk perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026.
- INKP – Buy on Weakness
Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) terkoreksi 0,91% ke level Rp8.200 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat. Pergerakan saham ini juga berada di bawah kelompok moving average (MA) 20 dan MA60.
MNCS memperkirakan posisi INKP saat ini berada pada bagian wave (b) dari wave [b] berdasarkan label hitam. Investor dapat mencermati peluang pembelian secara bertahap pada area harga yang direkomendasikan.
Area buy on weakness INKP berada di Rp8.050–Rp8.200, dengan target harga pertama Rp8.525 dan target kedua Rp8.725. Sementara itu, batas stop loss ditetapkan apabila harga menembus ke bawah Rp7.925.
- KLBF – Buy on Weakness
Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menguat 2,65% ke level Rp775, disertai peningkatan volume pembelian. Penguatan tersebut juga berhasil membawa harga saham menembus MA60.
MNCS memperkirakan KLBF saat ini berada di awal wave (C) dari wave [A], yang membuka peluang berlanjutnya penguatan.
Strategi buy on weakness dapat dilakukan pada rentang Rp740–Rp760. Target harga terdekat berada di Rp810, dengan target berikutnya Rp830. Investor disarankan menetapkan stop loss apabila harga turun menembus Rp715.
- RAJA – Buy on Weakness
Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) terkoreksi 1,48% ke level Rp665 dan masih menghadapi tekanan jual yang cenderung meningkat.
Berdasarkan analisis gelombang Elliott Wave, MNCS memperkirakan RAJA berada pada awal wave A dari wave (Y). Kondisi ini membuat area harga yang lebih rendah dapat dicermati sebagai peluang untuk strategi buy on weakness.
Area pembelian yang direkomendasikan berada di Rp645–Rp660, dengan target harga pertama Rp730 dan target kedua Rp760. Adapun stop loss ditetapkan apabila harga menembus ke bawah Rp605.
- AADI – Sell on Strength
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terkoreksi 3,10% ke level Rp11.725 dan masih didominasi tekanan jual. Koreksi tersebut juga telah menembus MA20, mengindikasikan bahwa saham ini masih menghadapi risiko pelemahan.
MNCS memperkirakan AADI berada pada bagian awal wave C dari wave (B). Dengan proyeksi tersebut, saham ini masih berisiko melanjutkan koreksi ke rentang Rp9.975–Rp10.650 sekaligus menutup area gap yang belum terisi.
Investor yang ingin mengurangi posisi dapat mencermati strategi sell on strength pada rentang Rp11.875–Rp12.025.
Kesimpulan
Dalam rekomendasi MNCS Daily Scope edisi 9 Oktober 2026, INKP, KLBF, dan RAJA masuk dalam kategori buy on weakness, sedangkan AADI direkomendasikan untuk sell on strength.
Di tengah koreksi IHSG dan meningkatnya tekanan jual, investor disarankan tetap memperhatikan level support, resistance, target harga, serta batas stop loss untuk menjaga risiko investasi. Seluruh rekomendasi tersebut merupakan analisis teknikal dan perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
