Jakarta, TopBusiness — PT Hutama Karya (Persero) mengukuhkan komitmennya dalam mendorong efisiensi dan inovasi industri konstruksi nasional pada Seminar Nasional Konstruksi Ramping (SNKR) 2026. Forum ilmiah dan industri berlevel nasional yang diinisiasi oleh Ikatan Ahli Manajemen Konstruksi Ramping Indonesia (IAMKRI) bersama Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) ini berlangsung pada Senin-Selasa (5-6/10) di HK Tower, Jakarta. Mengusung tema “Lean Construction for Delivering Indonesia Capital Projects”, ajang ini menjadi wadah strategis pertukaran pengetahuan serta formulasi praktik terbaik guna meningkatkan kinerja infrastruktur nasional.
Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Direktur Operasi II Hutama Karya, Mardiansyah. Turut hadir sejumlah tokoh terkemuka di bidang Lean Construction sebagai keynote speaker, yakni Co-Founder Lean Construction dan penggagas Last Planner System, Glenn Ballard; Pakar Lean Construction Education and Simulation dari CEPT University, India, Ganesh Devkar; Ketua IAMKRI, Prof Muhammad Abduh; serta Direktur Human Capital PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Hadjar Seti Adji.
“Penerapan Lean Construction merupakan keharusan transformatif dalam mengeksekusi mega proyek infrastruktur nasional. Melalui pendekatan yang tepat, kita tidak hanya mereduksi risiko dan meminimalkan pemborosan (waste) di setiap tahapan konstruksi, tetapi juga memastikan setiap rupiah investasi menghasilkan infrastruktur yang lebih tangguh, efisien, dan bernilai tambah bagi masyarakat,” tegas Mardiansyah.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif perseroan dalam forum ini diwujudkan melalui partisipasi penuh pada Kompetisi Konstruksi Ramping Indonesia (K2R) serta sesi “Berbagi Kerampingan”.
“Keikutsertaan insan Hutama Karya dalam Kompetisi K2R maupun ajang Berbagi Kerampingan merupakan cerminan budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang terus ditumbuhkan di lingkungan perusahaan. Kami berkomitmen mentransformasikan teori konstruksi modern menjadi solusi operasional nyata di lapangan,” ujar Hamdani.
Unjuk kompetensi tersebut membuahkan hasil membanggakan pada sesi Berbagi Kerampingan. Insan muda Hutama Karya, Fitriana Prahastiwi Pramono, sukses menyabet penghargaan Best Speaker lewat pemaparan riset berjudul “Strategic Risk Management Through Business-as-Usual and Lean Construction Mitigation: The Sitinjau Lauik Flyover Project, Indonesia”. Riset tersebut disusun bersama oleh Rifki Alfrianto, Achmad Luthfi Naufal, Fitriana Prahastiwi Pramono, dan Arif Rahman. Capaian Fitriana yang mempresentasikan strategi mitigasi risiko pada proyek Jalan Layang Sitinjau Lauik ini menjadi cerminan nyata spirit Hari Sumpah Pemuda di bulan Oktober, yang membuktikan kontribusi besar generasi muda teknokrat dalam menghadirkan karya-karya inovatif dan berdaya saing tinggi bagi kemajuan industri konstruksi Indonesia.
Keikutsertaan dan raihan prestasi insan Hutama Karya di forum SNKR 2026 menjadi bukti keandalan sumber daya manusia perseroan dalam mengawal pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Langkah strategis BUMN di bawah naungan PT Danantara Asset Manajemen (Persero) ini sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023, sekaligus menyelaraskan pilar Asta Cita Pemerintah dalam percepatan kualitas infrastruktur daerah serta menyokong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
