Jakarta, TopBusiness – PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (IDX: BIKE) memperluas portofolio bisnisnya ke sektor pertambangan batu bara melalui akuisisi 45% saham PT Sumber Bara Abadi.
Transaksi yang dilakukan melalui anak usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), ini memberikan akses kepada BIKE terhadap aset pertambangan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan luas wilayah 4.909 hektare dan kandungan batu bara sekitar 86 juta metrik ton.
Dalam pemberitahuan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 9 Oktober 2026, BIKE menyatakan bahwa akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha dan perluasan portofolio di bidang pertambangan. Perseroan juga melihat peluang untuk mengoptimalkan aset tambang melalui penerapan teknologi dan penguatan manajemen operasional.
Direktur BIKE, Muhamad Kuswandi mengatakan, perusahaan memproyeksikan potensi pendapatan sebesar US$84 juta dari aset tambang tersebut, dengan rata-rata produksi sekitar 2 juta metrik ton per tahun. BIKE juga menargetkan peningkatan produksi menjadi 4 juta metrik ton per tahun mulai 2029.
“Kandungan batubara yang mencapai sekitar 86 juta metrik ton, kami proyeksikan pendapatan perusahaan sebesar USD 84.000.000 dengan rata-rata produksi 2 juta metrik ton per tahun. Namun demikian, kami akan tingkatkan produksi mencapai 4 juta metrik ton per tahun mulai tahun 2029,” demikian disampaikan Kuswandi dalam pemberitahuan perseroan.
Rencana peningkatan produksi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan aset yang diakuisisi. Dengan cadangan batu bara yang diperkirakan mencapai 86 juta metrik ton, BIKE memiliki basis sumber daya untuk mendukung rencana operasional tambang dalam jangka panjang. Namun, realisasi target produksi dan pendapatan tetap akan bergantung pada pelaksanaan rencana pengembangan serta kondisi operasional proyek.
PT Sumber Bara Abadi merupakan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi. Berdasarkan data registri mineral dan batu bara Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), izin tersebut tercatat dengan nomor SK 64/1/IUP/PMA/2017.
Wilayah operasional tambang mencakup area seluas 4.909 hektare di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Salah satu aktivitas pertambangannya tercatat berada di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu.
Selain kepemilikan saham di perusahaan tambang, transaksi ini juga mencakup fasilitas pelabuhan, inventaris conveyor belt, kantor, serta peralatan pendukung lainnya. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari aset yang dinilai dapat menunjang kegiatan produksi dan rantai pasok batu bara.
Bagi BIKE, akuisisi ini bukan semata-mata penambahan kepemilikan pada perusahaan pertambangan. Perseroan juga menyatakan ingin memperkuat portofolio bisnis sekaligus mengamankan rantai pasok melalui pengelolaan aset tambang yang lebih optimal.
“Kami melihat potensi besar pada tata kelola aset tambang ini dan berkomitmen membawa keahlian teknologi serta manajemen kami untuk mengoptimalkan efisiensi produksi,” ujar Kuswandi dalam keterbukaan informasi tersebut, Senin (12/10/2026).
Pernyataan itu menunjukkan bahwa optimalisasi operasional menjadi salah satu arah pengembangan pascaakuisisi. Pemanfaatan teknologi dan penguatan manajemen diharapkan mendukung efisiensi produksi, sejalan dengan rencana peningkatan kapasitas tambang dalam beberapa tahun ke depan.
Perkuat Portofolio Pertambangan
Langkah BIKE mengakuisisi 45% saham Sumber Bara Abadi menandai upaya perseroan memperluas eksposur bisnis ke sektor pertambangan batu bara. Melalui PNE, BIKE mengambil bagian dalam pengembangan aset yang memiliki wilayah operasi cukup luas, cadangan batu bara yang signifikan, serta fasilitas pendukung pertambangan.
Pengembangan bisnis tersebut juga membawa tantangan tersendiri. Peningkatan produksi dari rata-rata 2 juta menjadi 4 juta metrik ton per tahun membutuhkan kesiapan operasional, pengelolaan fasilitas pendukung, serta pelaksanaan rencana produksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pemberitahuannya, BIKE menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait mengikuti perkembangan proyek, sesuai ketentuan keterbukaan informasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perusahaan tercatat.
Dengan akuisisi ini, BIKE berharap dapat memperkuat portofolio usahanya sekaligus mengoptimalkan potensi aset pertambangan Sumber Bara Abadi. Target peningkatan produksi mulai 2029 akan menjadi salah satu tolok ukur penting bagi perkembangan proyek tersebut, seiring upaya perseroan memanfaatkan teknologi dan manajemen untuk meningkatkan efisiensi kegiatan operasional.
